RADARSOLO.COM – Upaya menekan angka stunting tidak cukup hanya dengan penyuluhan. Pendampingan langsung kepada ibu dalam menyiapkan makanan bergizi dinilai menjadi kunci agar perubahan perilaku benar-benar terjadi. Berangkat dari hal itu, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Klaten.
Program bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan Pola Asuh dan Pemenuhan Nutrisi Empat Bintang pada Anak Usia 6–24 Bulan sebagai Upaya Pencegahan Stunting" tersebut berlangsung mulai 31 Juli hingga 29 Agustus. Sasarannya adalah kader kesehatan dan para ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) agar semakin memahami praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Kegiatan diawali dengan penyegaran kader kesehatan dan pelatihan PMBA bagi kader serta ibu baduta. Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan selama tiga pekan dalam menyiapkan menu bergizi bagi anak usia 6-24 bulan.
Tim pengabdian dipimpin dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta Dewi Susilowati, S.Si.T., Bdn., M.Kes., bersama Siti Yulaikah, S.Si.T., M.Keb. Mahasiswa serta praktisi gizi Anggalih Sarwo Utomo digandeng untuk menyusun menu PMBA empat bintang yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.
"Program ini merupakan bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Surakarta dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Dewi Susilowati.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Desa Krecek Kukuh Harsana, Kepala Puskesmas Delanggu dr. Tini Wijayanti, Bidan Koordinator Puskesmas Delanggu Sri Wasiyati, S.Tr.Keb., Bidan Desa Krecek Eny Setyaningsih, S.Tr.Keb., Bdn., serta Ketua TP PKK Desa Krecek Vivin Irawati, Amd.Kep.
Kepala Puskesmas Delanggu dr. Tini Wijayanti mengapresiasi program tersebut, karena tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi juga disertai pendampingan dan penyediaan bahan makanan PMBA yang dikemas secara higienis berdasarkan prinsip menu empat bintang.
"Kami berharap program ini dapat meningkatkan keterampilan ibu dalam menyiapkan makanan bergizi sekaligus menjadi langkah nyata mencegah stunting di Desa Krecek," katanya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pola asuh, konseling PMBA, penyusunan menu gizi seimbang, hingga praktik mengolah makanan empat bintang yang terdiri atas sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.
Sebagai tindak lanjut, mulai 3 Agustus, tim Poltekkes Kemenkes Surakarta mendampingi ibu baduta selama tiga minggu melalui pemberian bahan makanan PMBA yang diolah secara mandiri di rumah. Selama pendampingan, tim memantau kemampuan ibu dalam mengolah makanan, perkembangan berat badan anak, hingga melakukan evaluasi akhir pada 29 Agustus.
"Kami mendapatkan banyak ilmu baru tentang PMBA dan penyusunan menu empat bintang. Semoga ilmu ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi langkah nyata mencegah stunting di Desa Krecek," ungkap Hani, salah seorang kader kesehatan Desa Krecek.
Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Surakarta berharap kader kesehatan semakin mampu mendampingi keluarga dalam edukasi PMBA. Diharapkan juga para ibu kedepannya semakin percaya diri memenuhi kebutuhan gizi anak, yakni dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas stunting. (kwl/nik)
Editor : Niko auglandy