RADARSOLO.COM — Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi warga berbasis kelestarian lingkungan.
Melalui Research Group Digital Economy, Marketing and Consumer Insight (CDEMCI), UNS sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) di Bank Sampah Kopen Sae, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema "Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Konten Media Sosial Bank Sampah Kopen Sae" ini diketuai oleh Catur Sugiarto, SE, MSM, MRech, PhD, CDMP, CPM (Asia).
Baca Juga: Tim Pengabdian UNS Latih Kader Posyandu Olah Kacang Mete untuk Dukung Pencegahan Stunting
Pelatihan interaktif ini diikuti oleh 15 anggota aktif Bank Sampah Kopen Sae serta mahasiswa UNS yang terlibat secara langsung.
Program ini dirancang secara terpadu untuk mengasah kemampuan peserta dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, sekaligus mengenalkan inovasi teknologi pengolahan sampah bernilai ekonomi tinggi yang ramah lingkungan.
Inovasi Waste to Energy
Dalam pelaksanaannya, tim PKM HGR UNS menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya.
Sesi pertama diisi oleh Arif Surono, ST, MT dari PITARA, yang mengupas tuntas konsep waste to energy atau pemanfaatan sampah sebagai bahan baku energi alternatif.
Arif memaparkan alur dasar teknologi pengolahan sampah, pentingnya pemilahan jenis bahan baku, hingga aspek keselamatan kerja dan pengendalian dampak lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, dikenalkan teknologi PITARA (Pirolisis Tabung Bertingkat), yakni inovasi yang dikembangkan untuk memproses sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Arif menekankan, penerapan teknologi pengolahan sampah harus dilakukan secara tertib teknis dan sangat berbeda dengan praktik pembakaran sampah secara terbuka (open burning).
"Dengan teknologi ini, sampah yang selama ini dianggap residu tak berguna sejatinya bisa dikembangkan menjadi sumber daya bernilai tinggi jika dipilah dan diproses menggunakan teknologi yang tepat," ujar Arif.
Optimalisasi Pemasaran Digital dan Konten Media Sosial
Sesi kedua dilanjutkan oleh Brian Gregory Adhihendra, SE, MSc, dosen Sekolah Vokasi UNS, yang membagikan strategi pemasaran digital (digital marketing) dan teknik pembuatan konten kreatif.
Brian mengajak pengurus dan anggota bank sampah untuk mengemas rutinitas harian menjadi konten media sosial yang menarik, edukatif, dan mudah dipahami publik.
Seperti proses pemilahan, pengumpulan, penimbangan, pengolahan sampah, hingga aksi gotong royong warga.
Baca Juga: Gandeng Petani Cempaka Arum Tawangmangu, Prodi Sosiologi UNS Gelar Pelatihan Budidaya Krisan
Format konten dapat disajikan dalam bentuk foto estetis, video pendek, maupun narasi digital yang dapat menguatkan citra positif lembaga.
Selain itu, Brian menggarisbawahi pentingnya memahami pemisahan jenis konten, mulai dari:
Konten Dokumentasi: Merangkam kegiatan operasional rutin.
Konten Edukasi: Memberikan informasi seputar pengelolaan lingkungan.
Konten Promosi dan Penjualan: Memasarkan produk hasil olahan sampah serta jasa layanan bank sampah.
"Dengan perencanaan strategi konten yang tepat, media sosial tak hanya sebagai media publikasi kegiatan, tapi juga mampu mempromosikan layanan, produk olahan bernilai jual, program edukasi lingkungan, hingga membuka peluang potensi kunjungan lapangan ke Bank Sampah Kopen Sae," papar dia.
Baca Juga: FSRD UNS Teliti Potensi Visual Pawukon untuk Pengembangan Tata Pamer Museum Radya Pustaka
Dukungan Penuh Terhadap Pencapaian Target SDGs
Melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif mengenai pengelolaan sampah, pemasaran digital, dan aplikasi waste to energy, CDEMCI UNS berupaya mendorong Bank Sampah Kopen Sae agar bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus motor penggerak pemberdayaan ekonomi warga.
Kegiatan PKM HGR UNS ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Mendorong peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis warga di bidang pemasaran digital dan teknologi lingkungan.
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menguatkan kolaborasi sinergis antara perguruan tinggi, komunitas bank sampah lokal, mahasiswa, dan mitra teknologi industri.
Editor : Syahaamah Fikria