
RADARSOLO.COM – Sosok para pejuang kemerdekaan Indonesia tampil dengan cara berbeda di SD Negeri Tugu Jebres, Solo. Karakter dua proklamator, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, bersama sejumlah tokoh perjuangan lainnya dihadirkan dalam bentuk wayang kulit melalui pementasan Wayang Pahlawan bertajuk Bersatu untuk Merdeka.
Pementasan wayang climen atau wayang versi ringkas tersebut digelar pada Kamis (6/8) dan disaksikan seluruh siswa kelas I hingga kelas VI. Lakon “Bersatu untuk Merdeka” dipilih sebagai media edukasi untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan semangat nasionalisme kepada para pelajar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wayang Pahlawan merupakan gagasan Tim PISN (Program Inovatif Seni Nusantara) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Lewat Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia”.
Tim tersebut diketuai Agung Purnomo dengan anggota Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso.
Dalam pelaksanaannya, Tim PISN menggandeng Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Kartasura, sebagai mitra kegiatan. Sanggar tersebut menampilkan pertunjukan wayang climen yang dikemas lebih ringkas dan interaktif, sehingga mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Dalang sekaligus Ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Tri Haryoko, tidak hanya membawakan lakon perjuangan, tetapi juga mengajak ratusan siswa bernyanyi lagu-lagu perjuangan dan berinteraksi langsung dengan memainkan wayang para pahlawan. Suasana pertunjukan pun berlangsung meriah karena para siswa terlibat aktif sepanjang pementasan.
Kepala SD Negeri Tugu Jebres, Sarno, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pementasan Wayang Pahlawan menjadi sarana pembelajaran yang mampu memperkenalkan seni tradisi sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada peserta didik.
"Kegiatan ini sangat kami dukung. Siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenal seni tradisi wayang kulit, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme melalui cerita perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim PISN, Agung Purnomo menjelaskan, transformasi karakter pahlawan menjadi tokoh wayang diharapkan menjadi media pembelajaran yang lebih menarik bagi anak-anak.
Menurutnya, figur para pahlawan beserta perjalanan sejarah perjuangan bangsa yang dikemas dalam bentuk pertunjukan wayang dapat menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan sehingga nilai-nilai nasionalisme lebih mudah dipahami dan dikenang oleh siswa sekolah dasar. (nik)
Editor : Niko auglandy