Bukan Cuma Merah Putih, Ini Arti Warna dan Simbol dalam Perayaan 17 Agustus

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Photo/Ali Lutfi.
Photo/Ali Lutfi.
RADARSOLO.COM – Memasuki bulan Agustus, warna merah dan putih seolah muncul di mana-mana. Bendera berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi jalan, gapura kampung dicat dengan nuansa merah putih, sementara berbagai acara perayaan menggunakan angka 17 dan lambang Garuda Pancasila sebagai bagian dari dekorasi.

Berbagai simbol tersebut sudah begitu akrab dengan suasana peringatan kemerdekaan. Namun, tidak semuanya sekadar hiasan. Beberapa memiliki makna resmi sebagai simbol negara, sementara sebagian lainnya berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat dalam memeriahkan bulan kemerdekaan.

Baca Juga: Kenapa Bahasa Indonesia Tidak Punya Tingkatan Bahasa Seperti Bahasa Jawa?

Merah dan Putih Bukan Sekadar Warna

Makna merah dan putih pada Bendera Negara Sang Merah Putih telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Undang-undang tersebut juga menyebutkan bahwa kedua warna tersebut telah lama dikenal dalam mitologi, kesusastraan, dan sejarah Nusantara.

Karena itu, ketika Merah Putih dikibarkan setiap Agustus, yang ditampilkan bukan sekadar kombinasi warna yang menjadi ciri khas perayaan. Bendera tersebut merupakan simbol negara yang memiliki kedudukan dan aturan penggunaannya.

Bendera Pusaka sendiri memiliki sejarah khusus. Bendera yang dijahit Fatmawati tersebut dikibarkan ketika Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Baca Juga: Kapan Kuliner Nusantara Bisa Punya Emoji Sendiri di Keyboard?

Bagaimana dengan Umbul-Umbul?

Berbeda dengan Merah Putih, umbul-umbul yang memenuhi jalan kampung saat Agustus bukanlah simbol negara dengan makna resmi yang sama seperti Bendera Negara.

Umbul-umbul lebih banyak berfungsi sebagai dekorasi dan penanda suasana perayaan. Bentuknya pun dapat dibuat beragam oleh masyarakat sesuai kreativitas masing-masing.

Ketika dipasang dengan warna merah putih, umbul-umbul menjadi bagian dari suasana visual bulan kemerdekaan. Jalan yang sebelumnya biasa saja dapat berubah menjadi lebih meriah karena dihiasi berbagai ornamen.

Hal serupa berlaku pada gapura, lampion, pita, dan berbagai dekorasi merah putih yang dibuat warga. Tidak semuanya memiliki makna simbolis resmi. Sebagian merupakan bentuk kreativitas masyarakat dalam menyambut perayaan kemerdekaan.

Angka 17 yang Sering Muncul

Angka 17 juga menjadi elemen yang hampir selalu ditemukan dalam dekorasi Agustus. Angka tersebut merujuk pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Karena itu, angka 17 sering digunakan pada spanduk, gapura, poster, hingga dekorasi lingkungan sebagai penanda momentum yang sedang diperingati.

Berbeda dengan warna merah dan putih yang memiliki makna resmi dalam konteks Bendera Negara, penggunaan angka 17 dalam dekorasi lebih tepat dipahami sebagai penanda tanggal bersejarah.

Garuda Pancasila

Simbol lain yang kerap muncul dalam perayaan kemerdekaan adalah Garuda Pancasila. Berbeda dengan dekorasi biasa, Garuda Pancasila merupakan Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 menetapkan lambang negara berbentuk Garuda Pancasila dengan perisai di bagian dada dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” pada pita yang dicengkeramnya. Lambang tersebut juga memiliki ciri khusus, termasuk jumlah bulu pada sayap, ekor, pangkal ekor, dan leher yang berkaitan dengan angka 17, 8, 19, dan 45.

Kehadiran Garuda dalam berbagai kegiatan kemerdekaan karena itu bukan sekadar untuk membuat dekorasi terlihat lebih nasionalis. Garuda Pancasila merupakan lambang resmi negara yang merepresentasikan identitas dan dasar kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Pecel, Rujak, hingga Lodeh, Kenapa Sulit Dicari Padanan Bahasa Inggrisnya?

Tidak Semua Dekorasi Punya Makna Khusus

Meriahnya suasana Agustus membuat berbagai simbol bercampur dalam satu lingkungan. Bendera, umbul-umbul, angka 17, Garuda, hingga hiasan buatan warga dapat muncul berdampingan.

Namun, penting untuk membedakan antara simbol resmi negara dan dekorasi yang berkembang dalam tradisi masyarakat. Tidak setiap bentuk hiasan merah putih memiliki filosofi khusus yang ditetapkan negara.

Pada akhirnya, berbagai ornamen tersebut memiliki fungsi yang sama-sama penting dalam suasana perayaan: mengingatkan masyarakat bahwa Agustus merupakan bulan yang berkaitan erat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Jadi, ketika melihat jalan kampung berubah menjadi merah putih setiap Agustus, kita sebenarnya sedang melihat perpaduan antara simbol negara, sejarah, dan kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa kemerdekaan simbol negara dekorasi