Bulan Imunisasi Anak Sekolah Di Solo: MR 120 Persen, HPV 110 Persen

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Siswa SDN Cemara Dua Solo mengikuti imunisasi MR dan HPV dalam rangka program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Selasa (11/8). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Siswa SDN Cemara Dua Solo mengikuti imunisasi MR dan HPV dalam rangka program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Selasa (11/8). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Solo menunjukkan capaian positif.

Hingga Agustus ini, cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) telah menembus 120 persen, sedangkan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) mencapai 110 persen.

Pelaksanaan BIAS masih berlangsung, salah satunya di SDN Cemara Dua Solo, Selasa (11/8).

Program tersebut menyasar siswa kelas I dan kelas V SD sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak sejak usia sekolah.

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, BPBD Solo Gelar Lomba Bongkar Pasang Tenda hingga Adu Cepat Siapkan Perahu Bencana

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Retno Erawati mengatakan, imunisasi merupakan hak setiap anak sehingga pelaksanaannya di sekolah diharapkan dapat menjangkau seluruh sasaran.

“Imunisasi itu menjadi hak anak, salah satunya imunisasi untuk anak usia sekolah. Harapannya semua sekolah dapat mengikuti dan semua siswa bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan imunisasi yang sudah ditetapkan sesuai dengan usianya,” kata Retno.

Berdasarkan data Dinkes Solo, cakupan imunisasi MR telah mencapai 120 persen dari sasaran 9.231 anak.

Sementara imunisasi HPV mencapai 110 persen dari sekitar 9.287 anak yang menjadi sasaran.

Capaian di atas 100 persen tersebut dimungkinkan karena pelaksanaan imunisasi juga menjangkau anak yang sebelumnya belum mendapatkan imunisasi sesuai sasaran.

Untuk imunisasi HPV, sasaran utamanya adalah anak perempuan sekitar usia 11 tahun.

Imunisasi juga diberikan kepada perempuan sekitar usia 15 tahun yang belum pernah mendapat vaksin tersebut.

Retno mengatakan imunisasi HPV menjadi salah satu upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks yang masih menjadi persoalan kesehatan serius.

“Imunisasi HPV untuk pencegahan kanker leher rahim.

Kasusnya di Indonesia cukup banyak, untuk itu harus kita cegah, salah satunya dengan imunisasi HPV,” ujarnya.

Menurut Retno, tingginya cakupan imunisasi juga penting untuk membangun kekebalan komunitas.

Semakin banyak anak mendapatkan imunisasi, semakin kuat pula perlindungan terhadap kelompok rentan di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Implementasikan Hasil Riset Baterai, Guru Besar UNS Diganjar Indonesia Innovator Award 2026

“Semakin banyak anak mendapatkan imunisasi, perlindungan terhadap kelompok rentan di lingkungan sekitar juga semakin kuat,” imbuhnya.

Meski imunisasi menjadi bagian penting pencegahan penyakit, Retno mengingatkan perlindungan kesehatan anak tidak cukup hanya melalui vaksinasi.

Penerapan pola hidup bersih dan sehat tetap diperlukan, mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan pola makan bergizi seimbang, hingga rutin melakukan aktivitas fisik.

Pelaksanaan BIAS juga digelar di SDN Cemara Dua Solo.

Sebanyak 223 siswa kelas I dan kelas V mengikuti rangkaian imunisasi dan skrining kesehatan yang dilakukan di lingkungan sekolah.

Pembina UKS SDN Cemara Dua Badri Rohani mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun melalui kerja sama dengan Puskesmas Gilingan.

“Prinsipnya kami dari sekolah melayani anak-anak dengan penuh dedikasi sehingga mereka tetap dalam kondisi sehat. Imunisasi ini sangat bermanfaat karena anak-anak masih rentan terhadap berbagai penyakit,” ujar Badri.

Dari total 223 siswa, sebanyak 111 siswa kelas I menjadi sasaran imunisasi MR.

ementara 112 siswa kelas V menjadi sasaran imunisasi HPV bagi siswi dan skrining kesehatan bagi siswa laki-laki.

Baca Juga: Apa Itu Vacuum of Power? Kekosongan Kekuasaan yang Jadi Momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Badri menyebut tidak ada orang tua yang menolak anaknya mengikuti imunisasi.

“Sebelumnya kita sudah koordinasikan dengan orang tua terkait imunisasi ini. Sejauh ini tidak ada orang tua yang menolak anaknya diimunisasi,” jelasnya.

Sebelum mendapatkan layanan, kondisi kesehatan siswa diperiksa terlebih dahulu.

Pemeriksaan meliputi tekanan darah, berat badan, hingga suhu tubuh.

Setelah skrining, siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan layanan, baik untuk imunisasi MR, HPV maupun pemeriksaan kesehatan.

Dalam pelaksanaanya, beberapa siswa tampak takut hingga menangis, namun ada juga yang santai.

Para siswa juga mendapatkan rapor kesehatan sebagai salah satu indikator kondisi fisik mereka.

Kelengkapan administrasi imunisasi turut dipastikan melalui dokumen yang dibawa dari rumah.

Badri berharap layanan kesehatan di sekolah tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu menjaga kondisi siswa secara berkelanjutan.

“Kalau kondisi kesehatan anak terjaga, mereka bisa lebih ceria dan optimal dalam menerima pelajaran. Program dari puskesmas ini juga terus memantau kondisi anak,” ujarnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Human Papillomavirus imunisasi solo Measles Rubella