RADARSOLO.COM - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyambut 11.237 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Auditorium UNS, Selasa (11/8).
Rektor UNS Hartono mengatakan PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai membangun karakter, mengembangkan kemampuan akademik, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Selamat datang kepada 11.237 mahasiswa baru UNS Tahun Akademik 2026/2027,” kata Hartono dalam pembukaan PKKMB.
Menurutnya, mahasiswa baru datang ke UNS dengan beragam harapan, mulai dari ingin berprestasi, membanggakan orang tua, menjadi entrepreneur, peneliti, profesional hingga melanjutkan studi ke luar negeri.
Baca Juga: Bulan Imunisasi Anak Sekolah Di Solo: MR 120 Persen, HPV 110 Persen
Namun, Hartono mengingatkan mahasiswa tidak harus langsung memiliki seluruh jawaban mengenai masa depan.
“Yang penting, mulailah perjalanan ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menjadi penerima pengetahuan atau consumer of knowledge, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan baru sebagai creator of knowledge.
"UNS memiliki arah strategis yang dikenal dengan DREAMTEAM UNS. Ino bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, dosen, maupun tenaga kependidikan, tetapi juga seluruh mahasiswa," tuturnya.
PKKMB tahun ini juga menghadirkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI sebagai salah satu pemateri wawasan kebangsaan.
Hartono menyebut kehadiran tersebut menjadi salah satu kebaruan dibandingkan pelaksanaan PKKMB tahun-tahun sebelumnya.
“Kami menganggap penting wawasan kebangsaan. Gayung bersambut, beliau ternyata sudah memiliki program untuk menggerakkan perguruan tinggi dalam memberikan wawasan kebangsaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menekankan, pentingnya pengembangan sumber daya manusia unggul untuk mendukung agenda hilirisasi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
UNS dinilai memiliki dua potensi besar, yakni kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik serta teknologi.
"Penguatan karakter kebangsaan juga perlu berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga calon pemimpin bangsa," ungkapmya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo