RADARSOLO.COM - Kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Digitalisasi Deteksi Dini Stunting untuk Mengatasi Underreporting dilaksanakan di Aula Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada 14 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan program yang diusulkan oleh Anggi Putri Aria Gita, S.KM.,M.KM (Program Studi S1 Administrasi Kesehatan) beserta tim yaitu Megayana Yessy Maretta, SST.,M.Keb (Program Studi S1 Kebidanan), dan Kresno Ario Tri Wibowo, S.E.,M.Kom (Program Studi S1 Teknik Informatika) ketiganya berasal dari Universitas Kusuma Husada Surakarta juga tim mahasiswa yaitu Yoni Aprilia (Program Studi S1 Gizi) dan Rio Adi Mulyono (Program Studi S1 Keperawatan).
Kegiatan ini merupakan program Hibah dari Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia) tahun 2026 skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader posyandu dalam deteksi dini kejadian stunting melalui aplikasi gosting untuk mengatasi Underreporting kejadian stunting di desa Wonosari.
Aplikasi gosting menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan akurasi data stunting.
Aplikasi gosting memungkinkan kader dan masyarakat untuk melakukan deteksi dini serta pencatatan data stunting secara lebih sistematis dan real-time.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas data, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Desa Wonosari memiliki 9 Posyandu dan 1 Bidan Desa di Wilayahnya, sehingga kegiatan ini melibatkan 9 orang kader posyandu perwakilan dari setiap posyandu yang ada di Desa Wonosari dan 1 Bidan Desa.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan pengenalan aplikasi stunting oleh ketua tim yaitu Anggi Putri Aria Gita, S.KM.,M.KM, kemudian dilanjutkan dengan materi terkait stunting oleh Megayana Yessy Maretta, SST.,M.Keb.
Kegiatan ini ditutup dengan pelatihan penggunaan aplikasi oleh kader yang dipandu oleh Kresno Ario Tri Wibowo, S.E.,M.Kom dan tim mahasiswa sebagai fasilitator.
Setelah pelatihan tersebut, diharapkan semua kader dapat melakukan deteksi secara mandiri menggunakan aplikasi.
Selanjutnya hasil pendataan tersebut ditindaklanjuti saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan pada 06 Agustus 2026 di Aula Desa Wonosari.
Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk melihat pemanfaatan aplikasi Gosting setelah digunakan oleh para kader dalam melakukan pendataan dan deteksi dini stunting di wilayah masing-masing.
Dalam kegiatan Monev, tim bersama kader membahas hasil pendataan yang telah dilakukan melalui aplikasi Gosting, termasuk berbagai temuan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Data tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah desa dan kader untuk menentukan sasaran balita yang membutuhkan perhatian, pemantauan, serta edukasi lebih lanjut terkait pertumbuhan dan pencegahan stunting.
Salah satu kader Posyandu, Yeni Aru Mawati, perwakilan Posyandu Dahlia, Dusun Garas, Desa Wonosari, mengapresiasi pelaksanaan program pemberdayaan dan pemanfaatan aplikasi Gosting.
Menurutnya, penggunaan aplikasi tersebut sangat membantu kader dalam menjalankan tugas, khususnya dalam melakukan deteksi dini kejadian stunting di wilayah Desa Wonosari.
“Dengan adanya aplikasi Gosting, kami sebagai kader merasa sangat terbantu dalam melakukan pendataan dan mendeteksi kejadian stunting. Aplikasi ini membuat proses pendataan menjadi lebih mudah dan membantu kami mengetahui balita yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut,” ungkap Yeni.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kader dalam menggunakan teknologi digital, tetapi juga mendorong terbentuknya siklus pendataan, evaluasi, dan tindak lanjut yang dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Wonosari secara berkelanjutan.
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo