Jelang Proklamasi, Soekarno-Hatta Terbang ke Vietnam, Apa yang Dibicarakan dengan Panglima Jepang?

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:04 WIB
Jelang Proklamasi, Soekarno-Hatta ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Jenderal Terauchi.
Jelang Proklamasi, Soekarno-Hatta ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Jenderal Terauchi.

RADARSOLO.COM – Beberapa hari sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta justru berada jauh dari Jakarta.

Keduanya bersama dr. Radjiman Wedyodiningrat melakukan perjalanan ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu dengan Panglima Angkatan Perang Jepang Wilayah Asia Tenggara, Jenderal Hisaichi Terauchi.

Perjalanan tersebut terjadi ketika posisi Jepang dalam Perang Dunia II semakin terdesak. Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945, kabar mengenai kekalahan Jepang mulai menyebar di kalangan pejuang Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, pertemuan di Vietnam menjadi salah satu rangkaian peristiwa yang mengantarkan Indonesia menuju Proklamasi.

Baca Juga: Sebelum Merdeka, Ternyata Bahasa Indonesia Sudah Ada!

Berangkat ke Vietnam pada 9 Agustus

Soekarno, Hatta, dan Radjiman berangkat menuju Dalat pada 9 Agustus 1945. Mereka dipanggil Terauchi yang saat itu menjadi panglima tertinggi pasukan Jepang di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan tersebut bukan perjalanan biasa. Ketiganya diminta datang untuk membicarakan persiapan kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya telah dijanjikan oleh pemerintah Jepang.

Jepang sendiri telah berada dalam kondisi terdesak setelah mengalami berbagai kekalahan dalam Perang Pasifik. Karena itu, rencana memberikan kemerdekaan kepada Indonesia menjadi bagian dari situasi politik yang berkembang pada saat itu.

 

Bertemu Terauchi pada 12 Agustus

Pertemuan antara ketiga tokoh Indonesia dan Terauchi berlangsung pada 12 Agustus 1945 sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Terauchi menyampaikan bahwa pemerintah Jepang di Tokyo telah memutuskan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Urusan pelaksanaan kemerdekaan kemudian diserahkan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Kabar tersebut menjadi perkembangan penting bagi para tokoh Indonesia. Namun, kemerdekaan yang dibicarakan Jepang memiliki persoalan tersendiri.

Bagi sebagian pemuda Indonesia, kemerdekaan tidak seharusnya menjadi pemberian Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan yang diproklamasikan atas kehendak bangsa Indonesia sendiri.

Di sinilah perbedaan pandangan antara kelompok tua dan kelompok muda semakin terlihat.

Ketika Kabar Kekalahan Jepang Mulai Tersebar

Sementara pertemuan di Dalat berlangsung, kabar mengenai Jepang yang semakin dekat dengan kekalahan juga mulai beredar di Indonesia.

Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang memperoleh informasi mengenai perkembangan Perang Dunia II melalui siaran radio luar negeri. Ia kemudian mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan tanpa menunggu keputusan Jepang.

Situasi menjadi semakin mendesak setelah Jepang akhirnya menyatakan menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Sekembalinya Soekarno, Hatta, dan Radjiman ke Jakarta pada 14 Agustus, perbedaan pandangan mengenai waktu dan cara memproklamasikan kemerdekaan semakin tajam.

Soekarno-Hatta masih mempertimbangkan langkah melalui PPKI, sementara kelompok pemuda menginginkan Proklamasi segera dilakukan dan tidak dikaitkan dengan Jepang.

Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian peristiwa yang membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus.

Hanya Lima Hari Menuju Proklamasi

Jika dilihat dari urutannya, perjalanan ke Dalat berlangsung hanya beberapa hari sebelum Indonesia merdeka.

Pada 12 Agustus, Terauchi menyampaikan keputusan mengenai kemerdekaan Indonesia. Dua hari kemudian, Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta. Pada 15 Agustus, Jepang menyerah kepada Sekutu. Sehari setelahnya terjadi peristiwa Rengasdengklok, sebelum akhirnya teks Proklamasi dirumuskan pada malam hari.

Kemudian pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa hari-hari menjelang Proklamasi berlangsung dalam situasi yang sangat cepat berubah. Hanya dalam hitungan hari, kabar kekalahan Jepang, perjalanan ke Vietnam, perdebatan para tokoh, hingga penyusunan teks Proklamasi saling terhubung dan membawa Indonesia menuju kemerdekaan. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
sekutu vietnam jepang Proklamasi soekarno