Rayakan Dies Natalis ke-46, UTP Lestarikan Goara-Goara dan Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta merayakan Dies Natalis ke-46 dengan berbagai kegiatan di gedung Manahan, Kamis (13/8/2026). Salah satunya lomba olahraga tradisional Goara-goara. (JALU/RADAR SOLO)
Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta merayakan Dies Natalis ke-46 dengan berbagai kegiatan di gedung Manahan, Kamis (13/8/2026). Salah satunya lomba olahraga tradisional Goara-goara. (JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta merayakan Dies Natalis ke-46 dengan berbagai kegiatan di gedung Manahan, Kamis (13/8/2026).

Sivitas akademika mengikuti jalan sehat, senam bersama, hingga lomba olahraga tradisional Goara-goara.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan peran UTP dalam mengembangkan kegiatan olahraga tradisional.

Di tengah perayaan Dies Natalis, kampus juga terus memperluas hubungan dengan dunia industri melalui kerja sama yang membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan.

Baca Juga: PPG FKIP UTP Surakarta Sukses Selenggarakan Kejuaraan Internasional GOARA² 2026: Mengangkat Permainan Olahraga Tradisional Indonesia ke Kancah Dunia

Rektor UTP Surakarta Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si. mengatakan, Goara-goara menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian dalam rangkaian Dies Natalis tahun ini.

Olahraga tradisional tersebut merupakan hasil kreativitas dosen UTP, Dr. Slamet Santoso.

Winarti berharap Goara-goara tidak hanya hadir pada Dies Natalis ke-46.

Menurutnya, olahraga tersebut perlu dipertahankan sebagai agenda rutin sekaligus menjadi bagian dari upaya UTP melestarikan olahraga tradisional Indonesia.

“Goara-goara saya mohonkan untuk selalu ada ketika Dies Natalis. Salah satu upaya ikut melestarikan olahraga tradisional,” kata Winarti.

Baca Juga: Dies Natalis ke-46 UTP: Gelar Pentas Wayang Kulit Lakon Pandawa Syukur, Jadi Refleksi Rasa Syukur dan Arah Pengembangan Kampus

Goara-goara, lanjut Winarti, juga telah diperkenalkan dalam berbagai kegiatan di luar UTP.

Bahkan, olahraga tersebut disebut telah dilombakan hingga tingkat internasional.

“Goara-goara sudah dilombakan di tingkat internasional, dan internal UTP baru akan dimulai pada Dies Natalis 2026 ini,” ujarnya.

Selain kegiatan olahraga, Dies Natalis ke-46 juga menjadi momentum UTP memperkuat kerja sama dengan dunia industri.

Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Eagle High Plantations (EHP), perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit.

Wakil Rektor I UTP Surakarta Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si. mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya berbentuk program magang.

Baca Juga: UTP Boxing Fest 2026 Vol. 1 Himpun 138 Petinju Solo-DIY, Jadi Ajang Mewadahi Atlet Tinju Muda

UTP bersama EHP juga menyiapkan skema rekrutmen tenaga kerja bagi mahasiswa dan lulusan.

“UTP untuk tahun ini kita kerja sama dengan perusahaan sawit, perusahaan internasional namanya Eagle High Plantations atau EHP. Kita sudah mengadakan kerja sama,” kata Suswadi kepada media. 

Pada tahap awal, program menyasar mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik serta Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian.

Mereka mendapat kesempatan menjalani magang selama enam bulan dengan fasilitas transportasi pulang-pergi serta honor dari perusahaan.

Mekanisme perekrutan kemudian dilakukan dengan seleksi terlebih dahulu.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan difasilitasi mengikuti magang dan berpeluang diangkat sebagai staf setelah menyelesaikan program.

“Yang telah terseleksi baru difasilitasi magang dan setelah magang itu diangkat menjadi staf,” jelasnya.

Program tersebut mulai menunjukkan hasil.

Suswadi menyebut satu mahasiswa dari Program Studi Agribisnis telah lolos, mendapatkan SK, dan menjalani training di perusahaan.

Sementara itu, lima peserta lainnya telah lolos seleksi untuk mengikuti program berikutnya.

Kerja sama UTP dengan EHP juga mencakup penyiapan tenaga kerja untuk posisi mandor.

Baca Juga: UTP Boxing Fest 2026 Vol. 1 Himpun 138 Petinju Solo-DIY, Jadi Ajang Mewadahi Atlet Tinju Muda

Lulusan SMA atau SMK nantinya mengikuti pendidikan dan pelatihan selama enam bulan di UTP, sebelum menjalani magang di perusahaan dan berpeluang langsung diangkat menjadi mandor.

“Jadi nanti lulusan SMK atau SMA kita diklat di UTP selama enam bulan, kemudian magang di perusahaan, langsung diangkat menjadi mandor,” ujar Suswadi.

Tak berhenti pada penempatan kerja, UTP juga menyiapkan jalur peningkatan pendidikan bagi para mandor.

Setelah bekerja selama dua tahun, mereka dapat mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) melalui kuliah daring maksimal dua tahun untuk memperoleh gelar sarjana.

“Jadi kuliah online selama maksimal dua tahun mendapatkan kesarjanaan, nanti mempunyai potensi untuk naik jabatan. Jadi dari mandor bisa menjadi asisten kebun kalau sudah sarjana,” terangnya.

Kerja sama tersebut ditargetkan berlangsung berkelanjutan. Rekrutmen berikutnya dijadwalkan pada Februari dan akan dilakukan setiap tahun.

Khusus program calon mandor, UTP mendapat target kuota sekitar 650 orang per tahun sesuai kebutuhan regenerasi tenaga kerja perusahaan.

Baca Juga: Unggulkan Layanan dan Koleksi Buku, Perpustakaan UTP Raih Akreditasi A

“Kalau mandornya itu ditarget kita diberi kuota 650 per tahun. Karena ada penggantian mandor yang sudah pensiun-pensiun itu,” ungkapnya.

Menurut Suswadi, kepercayaan EHP kepada UTP salah satunya karena banyak alumni kampus yang telah bekerja di sektor perkebunan sawit.

Selain kemampuan teknis, karakter Tri Ciri UTP berupa kepeloporan, patriotisme, dan kemandirian juga dinilai menjadi nilai tambah bagi lulusan.

“Yang dibutuhkan itu karakter dulu. Sehingga nanti kalau masuk ke sana tinggal mengisi aspek teknisnya saja,” pungkas Suswadi. (hj)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
goara-goara dies natalis utp UTP olahraga tradisional Universitas Tunas Pembangunan