RADARSOLO.COM - Setiap kali melihat seragam Pramuka, ada satu simbol yang hampir selalu ditemukan di bagian depan. Bentuknya berupa tunas kelapa yang menjadi lambang Gerakan Pramuka Indonesia.
Lambang tersebut bukan sekadar gambar untuk membedakan seragam Pramuka dengan pakaian organisasi lainnya. Di balik bentuk tunas kelapa, terdapat sejumlah filosofi yang menggambarkan karakter dan harapan terhadap anggota Pramuka.
Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, seorang tokoh kepanduan Indonesia yang juga pernah menjadi pegawai Departemen Pertanian. Lambang tersebut kemudian ditetapkan sebagai lambang Gerakan Pramuka pada 20 Mei 1961.
Baca Juga: Warna Cokelat Jadi Identitas Pramuka, Apa Maknanya?
Pemilihan tunas kelapa berkaitan dengan sifat dan kegunaan pohon kelapa yang dianggap sesuai untuk menggambarkan sosok anggota Pramuka.
Pohon kelapa dikenal sebagai tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya memiliki kegunaan bagi kehidupan manusia. Filosofi ini menggambarkan harapan agar anggota Pramuka dapat menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Bentuknya sebagai tunas juga memiliki arti tersendiri. Tunas merupakan bagian tanaman yang sedang tumbuh dan berkembang. Hal tersebut menggambarkan anggota Pramuka yang masih berada dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter untuk menjadi pribadi yang lebih matang.
Baca Juga: Fatmawati dan Bendera Merah Putih yang Menjadi Saksi Proklamasi
Pohon kelapa juga dikenal mampu tumbuh di berbagai tempat. Karakter tersebut dimaknai sebagai gambaran anggota Pramuka yang diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mampu menghadapi berbagai keadaan.
Akar kelapa yang kuat dan dapat menyebar ke berbagai arah juga memiliki makna. Anggota Pramuka diharapkan memiliki dasar kehidupan yang kuat, berpegang pada nilai-nilai yang baik, serta memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi tantangan.
Sementara itu, pohon kelapa yang tumbuh menjulang tinggi menggambarkan cita-cita. Seorang Pramuka diharapkan memiliki tujuan yang tinggi dalam kehidupannya, tetapi tetap memiliki landasan yang kuat.
Buah kelapa yang dapat dimanfaatkan juga menjadi gambaran tentang kebermanfaatan. Anggota Pramuka diharapkan tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Berbagai filosofi tersebut membuat tunas kelapa dipandang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang berupaya membentuk karakter, keterampilan, dan kepedulian anggotanya. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno