Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Efisiensi Produksi Tempe Sanggrahan Sukoharjo

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Efisiensi Produksi Tempe Sanggrahan Sukoharjo
Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Efisiensi Produksi Tempe Sanggrahan Sukoharjo

RADARSOLO.COM - Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) salah satunya adalah Penyerahan Alat dan Pelatihan penggunaan alat tersebut dan dilaksanakan oleh tim PKM yang terdiri dosen dan mahasiswa  STT Warga Surakarta (STTW) bersama Politeknik Pratama Mulia Surakarta (Politama) dan mitra program PKM adalah UKM Tempe Ibu Yamini, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo.

Program yang didanai melalui DIPA Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, No. 94/DST/C/AL.0402/2006, mengangkat tema Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pencuci Kedelai untuk Peningkatan Efisiensi dan Keberlanjutan Produksi UKM Tempe Tradisional ‘Sanggrahan’ Sukoharjo.

Melalui program tersebut, mitra menerima mesin pencuci kedelai sistem rotary serta mesin pemecah kedelai dan pelepas kulit ari.

Teknologi ini diterapkan untuk mengatasi proses pengolahan kedelai menjadi tempe bungkus daun yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu hampir satu hari.

Setelah menggunakan mesin, Mitra mampu mengolah sekitar 50 kg kedelai per hari dengan kebutuhan energi yang relatif efisien.

Penerapan teknologi ini juga membantu mengurangi beban fisik pekerja, mempercepat proses produksi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan tenaga kerja.

Dibandingkan dengan metode manual, penerapan teknologi tersebut berpotensi menekan biaya operasional hingga sekitar 75%, sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan ekonomis.

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) didukung oleh tim yang memiliki latar belakang dan kompetensi yang relevan dengan kegiatan pemberdayaan mitra.

Tim pelaksana terdiri atas Suhartoyo, S.T., M.T. sebagai Ketua dari STT Warga Surakarta, dengan dukungan Sriyanto, S.T., M.T. sebagai Anggota 1 dari STT Warga Surakarta, serta Sri Hutami, S.E., M.Si. sebagai Anggota 2 dari Politeknik Pratama Mulia Surakarta.

Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa STT Warga Surakarta, yaitu Agus Nuryanto dan Januar Nanda Saputra, yang berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama pada aspek teknis, pendampingan mitra, dan implementasi teknologi di lapangan.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari kedua institusi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program secara efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan tidak hanya berupa penyerahan alat, tetapi dilengkapi pelatihan, praktik pengoperasian, dan pendampingan perawatan mesin.

Teknologi diterapkan pada tahapan pengolahan kedelai, sementara karakteristik tempe tradisional bungkus daun tetap dipertahankan sebagai identitas produk UKM.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat produktivitas, kemandirian, dan keberlanjutan usaha tempe tradisional melalui teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(*)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Politeknik Pratama Mulia Surakarta program kemitraan masyarakat sukoharjo stt warga surakarta