RADARSOLO.COM - Nama Raden Pandji Soeroso mungkin tidak sepopuler Soekarno, Mohammad Hatta, atau Sutan Sjahrir. Namun, tokoh kelahiran 1893 ini memiliki peran penting dalam sejarah awal Indonesia, termasuk menjadi gubernur pertama Jawa Tengah.
Nama Soeroso kembali relevan setiap 19 Agustus. Tanggal tersebut kini ditetapkan sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah karena pada 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan pembagian Indonesia menjadi delapan provinsi, termasuk Jawa Tengah.
Dalam rangkaian pembentukan pemerintahan daerah tersebut, Raden Pandji Soeroso dipercaya menjadi gubernur pertama Jawa Tengah. Ia kemudian mulai menjalankan pemerintahan pada masa ketika Republik Indonesia baru berdiri dan berbagai daerah masih berusaha membangun sistem pemerintahan sendiri.
Baca Juga: 40 Tahun Berselang, Megawati Berubah dari Pembawa Baki Menjadi Inspektur Upacara
Tugas yang diembannya tentu tidak mudah. Pemerintahan Indonesia saat itu masih dalam tahap awal, sementara situasi politik dan keamanan belum stabil. Soeroso menjadi salah satu tokoh yang ikut meletakkan dasar pemerintahan Jawa Tengah pada masa awal kemerdekaan.
Namun, kiprah Soeroso tidak berhenti di pemerintahan Jawa Tengah. Ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap gerakan koperasi.
Pada masa setelah kemerdekaan, koperasi dipandang sebagai salah satu cara untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Soeroso ikut mendorong perkembangan koperasi, khususnya di lingkungan pegawai negeri. Karena kiprahnya tersebut, ia kemudian dikenal sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri.
Baca Juga: Tak Angkat Senjata, B.M. Diah Berjuang Lewat Pers
Selain itu, Soeroso juga memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. Kiprahnya turut berkaitan dengan perkembangan sistem pemerintahan daerah pada masa awal Republik Indonesia.
Kariernya menunjukkan bahwa perjuangan setelah Indonesia merdeka tidak hanya dilakukan melalui medan perang. Membangun pemerintahan, menata administrasi, hingga memperkuat perekonomian rakyat juga menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan negara yang baru berdiri.
Sebab itu, ketika Jawa Tengah memperingati hari jadinya setiap 19 Agustus, nama Raden Pandji Soeroso menjadi bagian penting dari sejarah tersebut. Ia bukan hanya gubernur pertama Jawa Tengah, tetapi juga salah satu tokoh yang ikut mengisi masa awal perjalanan Republik Indonesia.
Baca Juga: Sebelum Proklamasi, Sutan Sjahrir Sudah Tahu Jepang Menyerah
Menariknya, perubahan Hari Jadi Jawa Tengah dari 15 Agustus 1950 menjadi 19 Agustus 1945 pada 2023 membuat sosok Soeroso kembali mendapat perhatian. Sebab, namanya berkaitan langsung dengan pembentukan pemerintahan Jawa Tengah pada hari-hari pertama Indonesia merdeka. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno