Bahasa Indonesia Makin Dominan, tapi Bahasa Daerah Masih Dipakai 73,82 Persen Penduduk

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Meskipun bahasa Indonesia makin dominan sebagai penghubung nasional, data BPS menunjukkan 73,82 persen penduduk masih aktif memakai bahasa daerah. Keberagaman bahasa tetap hidup berdampingan secara fleksibel.
Meskipun bahasa Indonesia makin dominan sebagai penghubung nasional, data BPS menunjukkan 73,82 persen penduduk masih aktif memakai bahasa daerah. Keberagaman bahasa tetap hidup berdampingan secara fleksibel.

RADARSOLO.COM – Bahasa Indonesia digunakan sebagai penghubung masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, semakin kuatnya penggunaan bahasa Indonesia ternyata tidak serta-merta membuat bahasa daerah ditinggalkan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Susenas 2025 menunjukkan, sekitar 48,12 persen penduduk Indonesia memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran bahasa Indonesia di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan bahasa yang beragam.

Di sisi lain, bahasa daerah masih memiliki ruang yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Data yang sama mencatat 73,82 persen penduduk menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi.

Baca Juga: “Woles”, “Santuy”, atau “Santai”? Kenapa Kata Slang Cepat Sekali Pensiun?

Angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah tidak selalu harus dipertentangkan.

Seseorang dapat menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dengan orang dari daerah lain, kemudian kembali menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan keluarga atau masyarakat yang berasal dari lingkungan yang sama.

Satu Orang Bisa Menggunakan Beberapa Bahasa

Kondisi tersebut sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Seorang anak yang tumbuh di Jawa, misalnya, dapat menggunakan bahasa Jawa ketika berbicara dengan orang tua atau kakeknya. Ketika berada di sekolah, ia menggunakan bahasa Indonesia. Sementara ketika bermain dengan teman, ia dapat mencampurkan keduanya sesuai situasi.

Baca Juga: Nostalgia 2010-an Makin Sering Muncul di Dunia Fashion dan Hiburan

Kemampuan berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak selalu hanya memiliki satu pilihan bahasa.

Bahasa Indonesia memiliki fungsi penting sebagai bahasa persatuan dan alat komunikasi antardaerah, sedangkan bahasa daerah tetap digunakan dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu.

Karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang semakin luas tidak otomatis berarti bahasa daerah kehilangan seluruh penuturnya.

Bahasa Daerah Tetap Punya Ruang

Data BPS bahkan menunjukkan penggunaan bahasa daerah masih cukup tinggi. Dalam konteks pemajuan kebudayaan, bahasa daerah merupakan bagian dari tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat. Data BPS sebelumnya juga menunjukkan penggunaan bahasa daerah dalam pergaulan mencapai 72,44 persen pada Susenas Modul Sosial Budaya dan Pendidikan 2024.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa bahasa daerah masih menjadi bagian dari interaksi sosial masyarakat, meskipun tingkat penggunaannya dapat berbeda berdasarkan wilayah, usia, dan lingkungan.

Baca Juga: Kapan Kuliner Nusantara Bisa Punya Emoji Sendiri di Keyboard?

Pada saat yang sama, kemampuan menggunakan bahasa asing juga menjadi bagian dari perkembangan kemampuan kebahasaan masyarakat. Penguasaan bahasa asing semakin dibutuhkan dalam pendidikan, pekerjaan, teknologi, hingga konsumsi hiburan dan informasi dari berbagai negara.

Kondisi tersebut membuat masyarakat Indonesia hidup dalam lingkungan bahasa yang semakin beragam. Bahasa Indonesia digunakan sebagai penghubung, bahasa daerah tetap menjadi bagian dari identitas dan interaksi lokal, sedangkan bahasa asing membuka akses terhadap komunikasi global.

Karena itu, ketika mendengar seseorang berbicara dengan logat daerah, menggunakan kosakata lokal, atau mencampurkan beberapa bahasa, tidak perlu buru-buru menganggapnya sebagai kesalahan.

Di negara dengan ratusan bahasa daerah seperti Indonesia, kemampuan menggunakan lebih dari satu bahasa justru menjadi bagian dari kenyataan kebahasaan masyarakatnya. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa Masyarakat daerah indonesia bahasa