Intip Sejarah BKR yang Jadi Cikal Bakal TNI

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945 merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945 merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

RADARSOLO.COM - Setiap 5 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, jauh sebelum TNI terbentuk, Indonesia terlebih dahulu memiliki sebuah badan keamanan yang menjadi cikal bakal lahirnya tentara nasional.

Badan tersebut adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Lantas, mengapa BKR tidak langsung disebut sebagai tentara? Dan mengapa HUT TNI justru diperingati setiap 5 Oktober?

Baca Juga: Makna di Balik Tema HUT ke-81 RI: Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

BKR Dibentuk Setelah Kemerdekaan

Pembentukan BKR merupakan salah satu keputusan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945. Saat itu, kondisi Indonesia masih belum stabil.

Jepang memang telah menyerah kepada Sekutu, tetapi pasukannya masih berada di Indonesia. Di sisi lain, kedatangan pasukan Sekutu juga mulai mengancam situasi politik dan keamanan negara yang baru merdeka.

Karena itu, pemerintah memilih membentuk badan keamanan terlebih dahulu. BKR bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di berbagai daerah.

Baca Juga: Jepang Sempat Membungkam Berita Proklamasi, Domei Disegel pada 20 Agustus 1945

Nama BKR juga memiliki pertimbangan politik. Pemerintah saat itu berusaha menghindari kesan bahwa Indonesia sedang membangun kekuatan militer untuk menghadapi Jepang maupun Sekutu secara terbuka.

Bukan Tentara, tetapi Diisi Bekas Prajurit

Meski secara resmi bukan tentara, BKR banyak diisi pemuda yang sebelumnya mendapatkan pengalaman militer.

Mereka berasal dari berbagai kelompok, termasuk bekas anggota Pembela Tanah Air (PETA), Heiho, dan kelompok-kelompok perjuangan lainnya.

Di sejumlah daerah, anggota BKR kemudian terlibat dalam berbagai upaya mempertahankan kemerdekaan, termasuk mengambil alih persenjataan Jepang.

Dengan demikian, BKR menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang nantinya memiliki peran penting dalam pembentukan kekuatan militer Indonesia.

BKR Berubah Menjadi TKR

Situasi keamanan yang semakin genting membuat pemerintah akhirnya mengubah kebijakan.

Pada 5 Oktober 1945, pemerintah membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Perubahan tersebut menandai lahirnya tentara resmi Indonesia.

Setelah itu, nama organisasi militer Indonesia kembali mengalami perubahan. TKR kemudian berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 1946.

Baca Juga: Raden Pandji Soeroso, Gubernur Pertama Jateng yang Punya Jasa di Dunia Koperasi

Pada 1947, TRI dilebur bersama berbagai laskar perjuangan dan secara resmi menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Rangkaian perubahan tersebut membuat BKR sering disebut sebagai salah satu fondasi awal atau cikal bakal TNI.

Lantas, Kenapa HUT TNI Diperingati 5 Oktober?

Di sinilah perbedaan tanggalnya.

22 Agustus diperingati sebagai hari lahir BKR, sedangkan 5 Oktober diperingati sebagai HUT TNI.

Tanggal 5 Oktober dipilih karena pada tanggal tersebut pada 1945 pemerintah membentuk TKR sebagai tentara kebangsaan. Tanggal itu kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kelahiran TNI.

Jadi, meskipun BKR merupakan bagian penting dari sejarah terbentuknya TNI, keduanya tidak memiliki tanggal peringatan yang sama.

BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945. Kemudian, pada 5 Oktober 1945, pemerintah membentuk TKR. Setahun berikutnya, TKR berubah menjadi TRI, sebelum akhirnya pada 1947 nama TNI resmi digunakan. (annas rohmanda purbaningrum)

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum tni tkr BKR sejarah