RADARSOLO.COM - Semangat kemerdekaan mewarnai kegiatan Solo Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (23/8).
Lebih dari 300 siswa SMA, SMK, dan SLB ikut membentangkan bendera merah putih sepanjang 100 meter, sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan RI.
Kegiatan tersebut digelar Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jawa Tengah, bersama keluarga besar MKKS SMA, SMK, SLB Kota Solo, dan AKAB Sukoharjo.
Pembentangan bendera di ruang publik itu menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus upaya mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Ini ingin menghadirkan semangat kemerdekaan secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia pada generasi muda, khususnya murid-murid SMA dan SMK di Kota Surakarta,” kata Agung.
Baca Juga: Dipergoki Istri Korban Saat Masuk Rumah, Maling Uang Belasan Juta di Tanon Sragen Diringkus
Menurut dia, peringatan kemerdekaan tidak sekadar seremoni.
Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus mendorong generasi muda mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif.
“Ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, pendidikan, semangat kebersamaan, gotong royong, serta jiwa persatuan,” ujarnya.
Agung memaparkan, kegiatan di CFD merupakan bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di lingkungan Cabdin Pendidikan Wilayah VII.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera, dilanjutkan gerak jalan bersama keluarga besar Cabdin Pendidikan Wilayah VII, MKKS SMA, SMK, SLB Kota Solo dan AKAB Sukoharjo.
Selain itu, sebelumnya telah digelar berbagai perlombaan untuk memperkuat kebersamaan.
Khusus kegiatan di CFD, keterlibatan lebih dari 300 siswa diharapkan menjadi sarana pembelajaran karakter di luar lingkungan sekolah.
Para siswa tidak hanya diajak memperingati kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan secara langsung semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya memahami kemerdekaan dari pembelajaran di kelas, tetapi juga merasakan dan menunjukkan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Agung. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo