Lestarikan Gerabah Putaran Miring, ISI Surakarta dan Universitas Dharma AUB Kirim Mesin Produksi

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:59 WIB
Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta bersama Universitas Dharma AUB Surakarta bantu pengembangan gerabah putaran miring khas Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten. (ISTIMEWA)
Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta bersama Universitas Dharma AUB Surakarta bantu pengembangan gerabah putaran miring khas Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Gerabah putaran miring khas Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten kembali lestari dengan dorongan dan bantuan dari perguruan tinggi.

Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta bersama Universitas Dharma AUB Surakarta melakukan pengecekan di lokasi mitra, Kamis (20/8/2026). 

Bantuan tersebut meliputi mesin putaran miring, mesin putaran tegak, alat press, alat cetak, serta rak display.

Baca Juga: Soekarno-Hatta Jadi Tokoh Wayang Kulit untuk Tanamkan Nasionalisme, Tim PISN FSRD ISI Surakarta Gelar Pementasan Wayang di SDN Tugu Jebres

Selain itu, tim juga memberikan pendampingan pengembangan desain produk, memperkuat manahemen dan pemasaran, serta promosi digital.

Ketua Tim PISN yang juga dosen Prodi Desain Interior ISI Surakarta Eko Sri Haryanto mengatakan, teknologi tidak harus menghilangkan tradisi. Justru, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas gerabah Melikan.

“Teknik putaran miring tetap dipertahankan sebagai identitas gerabah Melikan. Alat bantu ini diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus membuka peluang pengembangan desain,” ujarnya.

Menurutnya, perajin saat ini menghadapi banyak tantangan mulai dari perubahan selera konsumen hingga proses pemasaran.

Hal tersebut menjadi faktor penting yang perlu diberikan sebagai bekal keberlangsungan usaha.

"Sebelumnya, perajin juga mendapatkan pelatihan desain produk inovatif, manajemen dan pemasaran, pemanfaatan media sosial, penjualan online, hingga penggunaan alat bantu produksi," tambah Eko.

Baca Juga: FSRD ISI Surakarta Jalani Program PISN 2026: Penguatan Kapasitas Sanggar Seni Kang Soer lewat Karya Mural Edukatif

Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Selama ini, Al Gerabah Melikan masih banyak memproduksi produk konvensional seperti pot, cobek, kendi, dan perlengkapan rumah tangga. Sebagian produk bahkan dijual dalam kondisi setengah jadi melalui pengepul.

Kondisi tersebut membuat nilai tambah yang diterima perajin tidak optimal.

Melalui pendampingan PISN, produk mulai diarahkan lebih beragam, termasuk dekorasi interior, suvenir, elemen estetis, dan berbagai produk kriya yang menyesuaikan kebutuhan pasar.

Baca Juga: PISN Kemendiktisaintek 2025 dari ISI Surakarta Kenalkan Kolaborasi Wayang dan Animasi

“Potensi perajin sebenarnya besar. Mereka sudah memiliki keterampilan membuat gerabah. Tinggal bagaimana keterampilan itu dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai tambah,” papar Eko.

Penguatan pemasaran juga menjadi perhatian. Perajin dikenalkan dengan dokumentasi produk, pembuatan konten, media sosial, hingga pemasaran secara online. 

Langkah tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pengepul dan membuka akses pasar secara langsung kepada konsumen.

Pemilik Al Gerabah Melikan Alim Miyanto menyambut baik bantuan tersebut.

Menurutnya, peralatan dan pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru bagi perajin untuk mengembangkan produk tanpa meninggalkan teknik tradisional.

“Kami sangat berterima kasih. Bantuan alat dan pelatihan ini membuat kami punya wawasan baru. Terutama untuk mengembangkan desain dan pemasaran. Harapannya produk kami bisa lebih banyak dan dikenal lebih luas,” ujar Alim.

Baca Juga: ISI Surakarta Dorong Inovasi Industri Kreatif Pendidikan Melalui Program PISN: Kembangkan Mebel Sekolah Anak Di Klaten

Bagi Alim, mesin putaran miring yang diberikan menjadi salah satu alat penting untuk menjaga keberlanjutan teknik tersebut.

Sementara peralatan lainnya dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bentuk dan desain produk agar mampu mengikuti kebutuhan pasar.

Kolaborasi ISI Surakarta dan Universitas Dharma AUB Surakarta bersama Al Gerabah Melikan diharapkan tidak hanya menjaga tradisi putaran miring sebagai warisan budaya.

Tetapi juga memperkuat posisi gerabah Melikan sebagai produk seni kriya yang memiliki daya saing ekonomi.

"Gerabah Melikan tidak berhenti sebagai artefak masa lalu, melainkan menjadi produk seni dan kriya yang mampu mengikuti perkembangan zaman," pungkas Eko.

Program PISN (Program Inovasi Seni Nusantara) Tahun 2026 ini didukung oleh DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat),  Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
GERABAH PUTARAN MIRING PISN isi surakarta universitas dharma aub surakarta