Sosialisasi Lansia Sehat dan Mandiri di Posyandu Kerdukepik, Dorong Lansia Tetap Aktif dan Mandiri

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan, Prodi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi UNS gelar sosialisasi Lansia Sehat dan Mandiri di Posyandu Melati Makarti Siwi 6, Lingkungan Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. (DOK.UNS)
Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan, Prodi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi UNS gelar sosialisasi Lansia Sehat dan Mandiri di Posyandu Melati Makarti Siwi 6, Lingkungan Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. (DOK.UNS)

RADARSOLO.COM – Upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Lansia Sehat dan Mandiri yang diselenggarakan pada Jumat (7/8/2026) di Posyandu Melati Makarti Siwi 6, Lingkungan Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi lansia untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mempertahankan kemandirian, serta tetap aktif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan, Program Studi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Mandiri.

Baca Juga: Roadmate UNS Dorong Kesadaran Pemeliharaan Jalan Preventif Lewat Pengabdian Masyarakat di Magetan

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.

Sosialisasi menghadirkan Sri Ariyanti, S.STP., M.Hum., Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB dan P3A) Kabupaten Wonogiri, sebagai narasumber.

Dalam penyampaian materi, Sri Ariyanti menekankan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus berhenti beraktivitas.

Lansia tetap dapat menjalankan berbagai aktivitas sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan mempertahankan kemandirian menjadi hal penting agar lansia dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara optimal.

Selain aspek kesehatan fisik, lansia juga didorong untuk tetap menjaga hubungan sosial dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tim Pengabdian UNS Latih Kader Posyandu Olah Kacang Mete untuk Dukung Pencegahan Stunting

Interaksi sosial menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan lansia karena dapat memberikan ruang bagi mereka untuk tetap berpartisipasi dan merasa menjadi bagian dari lingkungan masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Para lansia diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai kondisi dan aktivitas yang mereka jalani sehari-hari.

Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan materi yang disampaikan dengan situasi yang dihadapi peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh edukasi mengenai beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kemandirian, seperti menerapkan pola hidup sehat, memperhatikan asupan makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, serta tetap berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pengabdian PKM-UNS: Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Nakes dan Masyarakat

Posyandu Lansia Kerdukepik memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut. Keberadaan posyandu tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh layanan dan pemantauan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi sosial dan edukasi bagi lansia.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, lansia memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi kesehatan sekaligus tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya.

Kegiatan Sosialisasi Lansia Sehat dan Mandiri juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kader posyandu, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih kondusif bagi lansia untuk tetap sehat, aktif, dan mandiri.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan di usia lanjut, tetapi juga semakin memahami pentingnya mempertahankan kemandirian dan keterlibatan sosial.

Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya lansia yang tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat serta mampu menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat, aktif, dan bermakna. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
giripurwo wonogiri grup riset dinamika tata kelola kependudukan pengabdian kepada masyarakat mandiri posyandu kerdukepik lansia sehat