Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Pegadaian dan UNSA Menggelar Talkshow Edukasi Keuangan Syariah

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:51 WIB
Talkshow "Gerbang Emas: Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah" ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan civitas akademika Universitas Surakarta, Kamis (27/8/2026). (DOK.UNSA)
Talkshow "Gerbang Emas: Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah" ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan civitas akademika Universitas Surakarta, Kamis (27/8/2026). (DOK.UNSA)

RADARSOLO.COM - PT Pegadaian (Persero) dan Universitas Surakarta (UNSA) resmi menjalin kemitraan strategis yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (MoA), dan Kesepakatan Implementasi (IA), Kamis (27/8/2026).

Acara yang dirangkai dengan Talkshow "Gerbang Emas: Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah" ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan civitas akademika Universitas Surakarta.

Kegiatan yang berlangsung di kampus UNSA dibuka dengan sambutan dari Rektor UNSA Dr. Arya Surendra, M.M., serta Deputy Bisnis Area Surakarta PT Pegadaian Anas Sulistyo. 

Baca Juga: Universitas Surakarta Gelar "UNSA Bershalawat": Wujud Komitmen Kampus Religius dan Modern di Era Disrupsi Digital

Dalam sambutannya, Rektor UNSA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi ini.

“Kami menyambut baik sinergi antara UNSA dan Pegadaian melalui Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah ini," kata Arya. 

"Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, MoA, dan IA, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat,” imbuhnya. 

Menurut Arya, hal positif yang didapatkan UNSA adalah bahwa perguruan tinggi harus mampu menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong literasi, inklusi, dan penguatan ekonomi syariah.

Terlebih, ekonomi syariah memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan generasi muda.

“Kami berharap kolaborasi dengan Pegadaian dapat membuka semakin banyak ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia industri, mengembangkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan, sekaligus melahirkan program-program produktif yang memiliki dampak ekonomi dan sosial," beber rektor UNSA.

Baca Juga: UNSA Dorong Generasi Muda Lindungi Karya Kreatif di Era Digital 

"Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal dari kemitraan yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi serta masyarakat,” lanjut Arya.

Sementara itu, Anas Sulistyo menekankan komitmen Pegadaian dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia yang melek finansial.

“Melalui sinergi dengan UNSA, kami ingin memperluas jangkauan edukasi mengenai produk-produk investasi, khususnya Tabungan Emas, yang merupakan instrumen investasi jangka panjang dan aman bagi generasi muda,” ungkapnya.

Fokus pada Edukasi dan Integritas

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh para ahli. Narasumber eksternal Gus Minging D.S., Psi., MBA., Psikolog, menyampaikan materi bertajuk “Pentingnya Berinvestasi”, yang memberikan pemahaman mendasar tentang pengelolaan keuangan dan pentingnya memulai investasi sejak dini.

Materi inti mengenai “Gerbang Emas (Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah)” disampaikan oleh Pemimpin Cabang Pegadaian Purwotomo, Herdina Sarah Swastika, S.E.

Baca Juga: Kampus Jadi Motor Sport Tourism, UNSA Siapkan SDM Unggul untuk Majukan Solo

Paparan ini mengupas berbagai produk dan layanan Pegadaian Syariah yang mengedepankan prinsip transparansi dan kebermanfaatan, serta bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sesi yang tidak kalah penting adalah "Penyuluhan Anti Korupsi" (PAKSI) yang disampaikan oleh Kepala Audit Intern PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang, Basuki Dwijosaputro, S.P., CRA, PIA, CFrA, QIA, CRP.

Materi ini menegaskan komitmen Pegadaian terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan kebijakan Zero Tolerance terhadap segala bentuk kecurangan, sejalan dengan program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Acara yang dimoderatori oleh Erna Wati, S.H., LL.M (Kepala Biro Kerjasama UNSA) ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan gimmick bagi peserta yang aktif bertanya.

Kolaborasi antara Pegadaian dan UNSA ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pegadaian dalam mendorong budaya literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan.

Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara finansial, mandiri, dan berintegritas. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
kerja sama UNSA keuangan syariah Pegadaian