Mengenal Margono Djojohadikusumo, Kakek Prabowo yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:53 WIB
Margono Djojohadikusumo Diusulkan Sebagai Calon Pahlawan Nasional 2026 dari Jawa Tengah.
Margono Djojohadikusumo Diusulkan Sebagai Calon Pahlawan Nasional 2026 dari Jawa Tengah.

RADARSOLO.COM - Nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo kembali menjadi perhatian publik. Sosok yang dikenal sebagai kakek Presiden Prabowo Subianto itu diusulkan sebagai calon Pahlawan Nasional 2026 dari Jawa Tengah. Namun, siapa sebenarnya Margono dan apa jasanya bagi Indonesia?

Margono Djojohadikusumo lahir di Banyumas pada 16 Mei 1894 dan meninggal dunia pada 25 Juli 1978. Ia merupakan ayah dari ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto.

Nama Margono tidak hanya dikenal karena hubungan keluarganya dengan Presiden Prabowo. Ia memiliki kiprah panjang dalam perjalanan Indonesia, terutama dalam bidang ekonomi dan pemerintahan pada masa awal kemerdekaan.

Baca Juga: Apa Jasa-Jasa Soeharto hingga Digelari Pahlawan Nasional? Fadli Zon Bantah Isu Pelanggaran HAM dan Korupsi

Salah satu jasa Margono yang paling menonjol adalah perannya dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) pada awal kemerdekaan. BNI didirikan pada 5 Juli 1946 dan menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya membangun sistem keuangan nasional setelah Indonesia merdeka.

Pada masa itu, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan tekanan dari Belanda. Kehadiran lembaga keuangan yang dimiliki bangsa sendiri menjadi bagian dari perjuangan untuk membangun kedaulatan ekonomi. BNI sendiri kemudian berkembang menjadi salah satu bank besar milik negara hingga saat ini.

Peran Margono juga tidak berhenti di sektor perbankan. Ia tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), lembaga yang memiliki peran dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Siapa Saja Calon Pahlawan Nasional yang Bakal Diumumkan Prabowo? Ini Bocoran 40 Namanya: Ada Soeharto dan Marsinah

Setelah Indonesia merdeka, Margono juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada masa awal Republik. Ia turut terlibat dalam sejumlah proses diplomasi dan perundingan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, termasuk Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar.

Karena kiprahnya dalam membangun sistem ekonomi nasional, Margono bahkan pernah disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan kedaulatan ekonomi Indonesia. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut Margono sebagai “Bapak Oeang Republik Indonesia” karena perannya dalam membangun lembaga keuangan nasional pada masa awal kemerdekaan.

Pengusulan Margono sebagai Pahlawan Nasional berasal dari masyarakat Banyumas melalui Seruan Eling Banyumasan. Usulan tersebut telah diajukan sejak Maret 2025. Setelah melalui evaluasi dan melengkapi persyaratan di tingkat Jawa Tengah, rekomendasi Gubernur Jawa Tengah diteruskan kepada Kementerian Sosial pada 6 April 2026.

Baca Juga: Golkar Solo Gelar Syukuran Besar Usai Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Untuk tahun 2026, Jawa Tengah mengusulkan dua tokoh baru sebagai calon Pahlawan Nasional, yakni KH Sholeh Darat dari Semarang dan Margono Djojohadikusumo dari Banyumas. Saat ini, nama Margono telah masuk dalam proses kajian Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Keputusan akhir pemberian gelar berada di tangan Presiden dengan pertimbangan Dewan Gelar.

Pengusulan Margono bukan semata-mata karena ia merupakan kakek Presiden Prabowo. Jejaknya jauh lebih panjang. Dari membangun fondasi perbankan nasional, terlibat dalam persiapan kemerdekaan, hingga menjalankan peran kenegaraan pada masa awal Republik, Margono meninggalkan catatan dalam perjalanan Indonesia yang membuat namanya kembali diperbincangkan lebih dari empat dekade setelah wafat. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum Margono Djojohadikusumo Prabowo bni pahlawan nasional