UNS Dorong Lansia Mandiri melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:28 WIB
UNS Dorong Lansia Mandiri melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga
UNS Dorong Lansia Mandiri melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga

RADARSOLO.COM -  Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia), untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema mandiri oleh Grup Riset Dinamika dan Tata Kelola Kependudukan Prodi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil yang bertajuk “Sosialisasi dan Optimalisasi Pekarangan dalam Pemberdayaan Lansia Sehat dan Mandiri.”

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (7/8/2026) di Posyandu Melati Makarti Siwi 6, Lingkungan Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Sosialisasi ini menghadirkan Lucky Anggi Kurniawati, M.Sc., dosen Program Studi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diajak melihat pekarangan rumah sebagai salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat digunakan untuk menanam berbagai tanaman pangan dan hortikultura, seperti sayuran, cabai, tomat, maupun tanaman obat keluarga.

Lucky menjelaskan, pemberdayaan lansia tidak semata-mata berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga bagaimana memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan berkontribusi dalam kehidupan keluarga.

“Lansia tetap memiliki potensi untuk berperan aktif dalam keluarga dan lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan yang sederhana dan dapat dilakukan sesuai kemampuan, seperti memanfaatkan pekarangan untuk kegiatan produktif,” ujar Lucky.

Menurutnya, aktivitas berkebun di pekarangan dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu menyediakan bahan pangan bagi keluarga, kegiatan tersebut dapat menjadi aktivitas produktif yang dilakukan lansia secara mandiri maupun bersama anggota keluarga.

Pemanfaatan pekarangan juga dinilai relevan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Dengan menanam kebutuhan pangan tertentu di lingkungan rumah, keluarga dapat memperoleh bahan pangan yang lebih mudah dijangkau sekaligus berpotensi mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan aktivitas berkebun dengan kondisi dan kemampuan lansia.

Pengelolaan pekarangan tidak harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari lahan yang tersedia dengan metode sederhana dan mudah diterapkan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif.

Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai kondisi pekarangan di lingkungan tempat tinggal mereka serta berbagai jenis tanaman yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan. 

Bagi masyarakat, pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu alternatif kegiatan yang relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhkan lahan luas.

Keterlibatan anggota keluarga dalam kegiatan tersebut juga dapat memperkuat hubungan antargenerasi sekaligus memberikan dukungan kepada lansia agar tetap aktif di lingkungan tempat tinggalnya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UNS berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan rumah masing-masing.

Optimalisasi pekarangan diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga.

Pada saat yang sama, keterlibatan lansia dalam kegiatan produktif dapat memperkuat kemandirian serta memberikan ruang bagi mereka untuk tetap berkontribusi dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Selaras dengan SDGs 17 “kemitraan untuk mencapai tujuan”, kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Melalui pendekatan berbasis potensi lokal, pemberdayaan lansia diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan keluarga yang lebih mandiri dan tangguh dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Pengabdian kepada masyarakat universitas sebelas maret uns wonogiri