Sepekan Lebih SMAN 6 Solo Tolak MBG! Hasil Lab Dugaan Keracunan Belum Keluar

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:27 WIB
Aktivitas siswa di SMAN 6 Solo yang masih menolak distribusi menu MBG selama lebih dari sepekan, buntut kasus dugaan keracunan. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO).
Aktivitas siswa di SMAN 6 Solo yang masih menolak distribusi menu MBG selama lebih dari sepekan, buntut kasus dugaan keracunan. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO).

RADARSOLO.COM – Siswa SMAN 6 Solo sepertinya masih trauma, buntut kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG), belum lama ini. Lebih dari sepekan sekolah ini menolak distribusi menu MBG.

Kepala SMAN 6 Solo Santosa Hadi menjelaskan, distribusi MBG ditolak karena hasil uji laboratorium sampel makanan diduga penyebab keracunan belum keluar.

Diketahui 175 siswa diduga mengalami gejala keracunan.

Dugaan keracunan awalnya terkuak saat seorang siswa tidak masuk sekolah karena sakit perut dan mual, Sabtu (22/8).

“Karena yang lapor hanya satu, kami belum bisa menyimpulkan. Mungkin dianggap sakit biasa,” jelas Santosa, kemarin (2/9).

Baca Juga: Kronologi Santri Keracunan MBG Sidoarjo: 431 Korban Usai Santap Menu dari SPPG Kalitengah

Kasus ini mulai menjadi perhatian, dua hari berselang.

Hasil pendataan sekolah, 131 siswa tidak masuk karena sakit. Setelah wali kelas mendata seluruh siswa yang mengalami gejala serupa, hasilnya mencapai 175 anak. 

Setelah diberi kabar, pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) datang dan meminta maaf. Sampel makanan juga disebut akan diperiksa di lab.

“Tapi sampai sekarang belum ada kabar hasil labnya. Anak-anak curiganya menu daging galantin. Kalau yang lain aman. Makanya kami menunggu hasil dari Satgas MBG juga,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, mulai Rabu (26/8) hingga sekarang, SMAN 6 Solo menolak distribusu MBG.

Meskipun pihak SPPG sempat menanyakan apakah sekolah bersedia menerima kembali.

“Mohon maaf, selama belum ada hasil uji lab dan investigasi, kami tidak berani. Setelah ada keputusan hitam di atas putih dari pihak berwenang, baru kami berani melangkah,” tegasnya.

Selain menunggu hasil investigasi, sekolah berencana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi kantin sekolah.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan makanan di sekolah.

Baca Juga: Mahasiswa PMII Geruduk DPRD Sukoharjo, Angkat Isu Limbah PT RUM, MBG, Dan Sekolah Rakyat

"Dalam waktu dekat kami juga akan bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk mengecek kantin kita," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Santosa, kondisi kesehatan siswa kembali normal. 

Aktivitas pembelajaran juga berjalan seperti biasa.

Mayoritas siswa yang sebelumnya mengalami keluhan keracunan, telah kembali masuk sekolah.

Santosa menegaskan sekolah tidak ingin mengambil risiko, karena jumlah siswa yang dilayani mencapai 1.160 anak.

“1.160 siswa kalau ada apa-apa, mumet kita nanti. Jadi kami tetap harus menunggu hasilnya dulu,” tegasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
hasil lab keracunan mbg SPPG SMAN 6 Solo