Hadiah OSN 2026 Dipangkas 80 Persen, Alumnus Soroti Apresiasi untuk Siswa Berprestasi

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:30 WIB
Hadiah bagi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menjadi sorotan setelah nominalnya disebut turun hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hadiah bagi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menjadi sorotan setelah nominalnya disebut turun hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

RADARSOLO.COM - Hadiah bagi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menjadi sorotan setelah nominalnya disebut turun hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini kemudian mendapat perhatian dari sejumlah pihak, termasuk alumnus OSN Matematika, Sandy Kristian Waluyo.

Pada OSN 2026, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1 juta. Padahal pada 2025, masing-masing mendapatkan Rp15 juta, Rp10 juta, dan Rp5 juta.

Sandy, yang juga dikenal sebagai peserta Ruangguru Clash of Champions (Season 1), membandingkan hadiah tersebut dengan pengalamannya saat mengikuti OSN pada 2016–2018. Melalui unggahannya di Threads, ia menyebut saat itu hadiah yang diterima mencapai Rp5 juta untuk emas, Rp4 juta untuk perak, dan Rp3 juta untuk perunggu.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

“Padahal saat aku ikut OSN 2016–2018, hadiahnya Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta. Bahkan ada sertifikatku yang mencantumkan hadiah Rp5 juta,” ujar Sandy.

Ia bahkan menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki sertifikat yang mencantumkan hadiah Rp5 juta. Menurut Sandy, jika memperhitungkan inflasi, nominal Rp3 juta saat ini memiliki daya beli yang lebih rendah dibandingkan Rp3 juta sekitar 10 tahun lalu.

Sandy menegaskan, persoalan tersebut bukan berarti peserta OSN mengikuti kompetisi hanya demi hadiah. Menurutnya, hadiah bukan alasan utama siswa mengikuti OSN. Namun, apresiasi dari pemerintah tetap penting sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka.

Baca Juga: Beri Apresiasi Tinggi, BRI Peduli Salurkan Dana Pendidikan Bagi 76 Paskibraka Tingkat Pusat 2026

“Ini bukan soal anak OSN mata duitan. Iya betul, kita ikut OSN biar dapat prestasi, dapat hal-hal yang bisa benefit dari prestasi tersebut. Tapi dicutnya hadiah dari pemerintah itu bikin anak OSN tuh ngerasa OSN semakin tidak diapresiasi dengan baik,” kata mahasiswa NUS tersebut.

Selain nominal hadiah, Sandy juga menyoroti perubahan pelaksanaan OSN. Ia mengingat ketika kompetisi masih digelar secara langsung, pemerintah menanggung berbagai kebutuhan seperti tiket, hotel, makanan, dan transportasi peserta. Akan tetapi, saat ini OSN hanya diselenggarakan secara daring.

Menurut Sandy, OSN bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah untuk bertemu, berteman, membangun relasi, hingga saling memotivasi. Ia mengaku masih berteman dengan sejumlah orang yang dikenalnya dari OSN sekitar 10 tahun lalu.

“Menurutku, OSN bukan cuma soal kompetisi, tapi juga kesempatan untuk bertemu, berteman, membangun relasi, dan saling memotivasi dengan anak-anak berprestasi dari seluruh Indonesia,” ujar Sandy.

“Aku sendiri masih berteman dengan banyak orang yang aku kenal dari OSN 10 tahun lalu. Pengalaman dan atmosfer OSN secara langsung adalah sesuatu yang sangat berharga dan sulit digantikan oleh Zoom,” sambungnya.

Baginya, pengalaman dan atmosfer kompetisi secara langsung merupakan sesuatu yang berharga dan sulit digantikan oleh pertemuan virtual melalui Zoom.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan Demokrasi, KPU Wonogiri Gandeng 10 Instansi Lintas Sektor

Sandy juga mempertanyakan alasan efisiensi jika dampaknya justru dirasakan pada apresiasi dan fasilitas bagi siswa berprestasi. Ia menilai anak-anak yang mengikuti OSN telah mengeluarkan banyak waktu, tenaga, biaya, dan usaha sehingga layak mendapatkan apresiasi yang lebih baik dari negara.

Meski demikian, Sandy tetap memberikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang OSN 2026. Ia berharap ke depan siswa-siswa berprestasi dapat kembali mendapatkan apresiasi, dikenal lebih luas, serta diberikan ruang untuk terus berkembang.

Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penurunan nominal hadiah OSN 2026 maupun ke mana anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk hadiah tersebut digunakan.

 

Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum
Sandy Kristian Waluyo hadiah osn apresiasi pangkas