RADARSOLO.COM - Asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali berdampak ke lingkungan sekolah.
SMAN 8 Solo sempat diselimuti asap tebal, Kamis pagi (3/9) sekira pukul 11.00 WIB.
Kepala SMAN 8 Solo Sukarno mengatakan, saat itu angin bergerak ke arah selatan sehingga asap dari kebakaran mengarah ke lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut membuat asap tampak seperti awan yang menutupi langit di sekitar sekolah.
“Cahaya matahari tidak bisa menembus ke bawah karena tertutup asap. Sebagian asap juga ke bawah sehingga udara menjadi sedikit keruh dan bercampur partikel akibat kebakaran sampah,” ujar Sukarno.
Baca Juga: Api TPA Putri Cempo Belum Padam, Polisi Kerahkan Water Cannon dan Tim Medis
Menurut Sukarno, kondisi tersebut sempat sedikit mengganggu pernapasan warga sekolah.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah langsung melakukan pemantauan dan meminta para siswa menghindari aktivitas di luar ruangan.
"Kami mengimbau warga sekolah untuk masuk kelas dan menggunakan masker sebagai langkah antisipasi," imbuhnya.
Selain itu, sekolah juga memberikan surat edaran bagi wali murid bahwa KBM ke depan tetap dilaksanakan menggunakan masker yang telah dibagikan pihak sekolah.
"Sekolah mengimbau semua warga sekolah untuk senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas. Selain itu, sekolah juga menyediakan masker apabila ada yang membutuhkan lagi,” jelasnya.
Pihak sekolah masih terus memantau perkembangan kondisi asap dan arah angin. Sukarno menyebut, sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi angin mulai tenang, sehingga asap tidak lagi melintas di kawasan sekolah.
“Untuk sementara kondisi angin tenang, suasana asap sudah tidak melintas dan insyaallah aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Agung Wijayanto mengungkapkan, sampai saat ini baru SMAN 8 Solo yang melaporkan kendala KBM akibat asap kebakaran TPA Putri Cempo.
"Untuk jenjang menengah atas yang terlapor saat ini baru SMAN 8," ujar Agung.
Baca Juga: TPA Putri Cempo Berkobar, DPRD Soroti Minimnya Hidran dan CCTV
Agung mengimbau sekolah untuk terus memantau perkembangan di lokasi terdekat dengan TPA Putri Cempo, dan melaporkan ketika ada kendala KBM.
"Sekolah saya minta untuk terus memantau perkembangan dan melaporkan, kami akan mengambil kebijakan sesuai dinamika dilapangan," jelas Agung.
Agung mengungkapkan, proses KBM akan tetap berjalan selama kondisi sekolah tidak terganggu asap kebakaran.
"Ke depan, kami melihat perkembangan penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Jika sudah bisa dipadamkan, pembelajaran besok pagi berlangsung seperti biasa, dan itu yg kita harapkan bersama," tandasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo