RADARSOLO.COM - Kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di SMP Negeri 5 Solo, Kamis, (3/9).
Asap kebakaran mulai memasuki ruang kelas sekitar pukul 11.30 siang, sekolah mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa lebih cepat.
Kepala SMPN 5 Solo Adi Purnawan mengungkapkan, asap mulai masuk ke ruang kelas pukul 11.30.
Di pagi harinya, siswa masih menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.
Baca Juga: Dikepung Asap Tebal Kebakaran TPA Putri Cempo, KBM SMAN 8 Solo Terganggu
"Pukul 13.00 WIB, saya minta anak-anak pulang untuk mengantisipasi kalau asap semakin pekat. Harusnya pulang pukul 14.00 siang," jelas Adi.
Adi menambahkan, hampir semua ruang kelas dipenuhi asap saat KBM berlangsung.
Pihak sekolah memilih menghentikan kegiatan belajar sementara demi menjaga kondisi siswa dan mencegah mereka terlalu lama terpapar asap.
"Hampir semua ruang kelas dipenuhi asap, apalagi asapnya berbau. Jarak kita kurang dari satu meter dengan lokasi kebakaran, jadi kita tidak berani melanjutkan KBM," ungkapnya.
Lebih lanjut, Adi menyampaikan, di SMPN 5 Solo terindikasi ada tiga anak dengan riwayat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo untuk memulangkan siswa lebih awal.
Pemulangan dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari memantau perkembangan kondisi kebakaran dan arah pergerakan asap.
"Tadi kami berhenti sementara sampai asap mereda. Saya izin ke dinas untuk memulangkan anak lebih awal, karena asap kebakaran TPA Putri Cempo mulai ke arah barat dan menggangu KBM," jelasnya.
Dari pantauan di lapangan, asap mulai reda sekira pukul 13.00 siang.
Arah angin kemudian beralih ke SMAN 8 Solo yang letaknya di sebelah selatan.
Baca Juga: TPA Putri Cempo Berkobar, DPRD Soroti Minimnya Hidran dan CCTV
Untuk mengantisipasi asap kembali memasuki area sekolah, KBM di SMPN Solo besok dilakukan menggunakan masker.
"Besok kami mengimbau anak-anak, guru, dan staf tetap masuk semua dengan menggunakan masker. Kami enggak tau masih terdampak enggak besok. Tapi kami antisipasi dengan masker," terangnya.
Di hari biasanya, sekolah memang selalu menghirup bau dari TPA Putri Cempo.
Namun saat ini, asap kebakaran yang cukup tebal membuat beberapa siswa terpaksa tidak masuk sekolah.
"Ada siswa kami yang rumahnya dekat dengan TPA. Kurang lebih tiga anak yang terdampak. Dari pihak sekolah belum konfirmasi, tapi pagi tadi masih bertahan di rumah," kata Adi.
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno mengaku sudah menyalurkan bantuan logistik berupa masker dan air minum untuk siswa yang masih tinggal di sekolah.
"Siswa yang rumahnya jauh dari TPA kami pulangkan. Dan yang rumahnya dekat TPA, tetap standby di sekolah dan dijaga guru. Daripada mereka nanti pulang, di sana juga masih proses pemadaman. Kami sudah support air minum dan masker di sekolah," jelas Dwi.
Dwi menambahkan, tadi pagi pembelajaran berlangsung seperti biasanya.
Baca Juga: Api TPA Putri Cempo Belum Padam, Polisi Kerahkan Water Cannon dan Tim Medis
Namun karena buangan angin asap kebakaran mulai memasuki sekolah. Meski demikian, proses KBM besok tetap berjalan sembari melihat situasi yang memungkinkan.
"Besok tetap masuk, asumsianya kalau kemudian nanti ada gangguan yang mengganggu proses pembelajaran ya nanti kita melihat situasi," bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo