RADARSOLO.COM - Sebagai wujud nyata program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Keluarga Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (KM FPsi UNS) mengusung pendekatan Multi-Family Psychoeducation (MFP) di Desa Sekaran, Wonosari, Klaten.
Pendekatan edukasi ini disampaikan secara kolektif melalui sosialisasi pada pertemuan PKK, Karang Taruna, dan RW.
Edukasi bertujuan membangun pemahaman bersama sekaligus mendorong perubahan perilaku nyata di tingkat rumah tangga dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik.
Baca Juga: Wujudkan Desa Berkelanjutan, Tim PPKO KM Psikologi UNS Luncurkan Bank Sampah Serasi
Dalam pelaksanaannya, edukasi dan sosialisasi MFP ini tidak berjalan sendiri.
Tim PPKO KM FPsi UNS bersinergi bersama kader penggerak lingkungan yang merupakan perwakilan dari PKK dan Karang Taruna Desa Sekaran.
Para kader turut serta memberikan edukasi kepada warga yang menjangkau 9 RW di Desa Sekaran.
Fokus utama dari edukasi kolektif ini adalah membangun kebiasaan warga memilah sampah dari rumah tangga dan mengelola sampah organik melalui pembuatan lubang biopori. Berkat kolaborasi edukasi ini, sebanyak 353 lubang biopori berhasil tertanam di 9 RW Desa Sekaran.
Setelah warga terbiasa memanfaatkan sampah organik rumah tangga, Tim PPKO KM FPsi UNS melanjutkan penerapan MFP pada aspek pengelolaan sampah anorganik.
Bekerja sama dengan PT Pegadaian, tim menginisiasi tahap lanjutan berupa edukasi pengelolaan hasil sampah menjadi aset finansial melalui tabungan emas digital pada aplikasi Tring! by Pegadaian yang terintegrasi dengan sistem bank sampah desa.
Baca Juga: UNS Dorong Lansia Mandiri melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Sosialisasi terkait hal ini digelar pada Sabtu (8/8/2026) di Joglo Pandawa, Balai Desa Sekaran.
Kegiatan turut dihadiri oleh 13 anggota Tim Pelaksana, 5 volunteer, serta 3 pengurus Ormawa.
Turut hadir pula Fadjri Kirana selaku Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) UNS yang memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Berbekal pelatihan dari Pegadaian Kartasura, para kader kemudian meneruskan ilmu tersebut kepada masyarakat luas melalui pendekatan MFP.
Baca Juga: Bengawan Tim UNS Luncurkan Dua Mobil Hemat Energi, Solo-Lombok PP Cuma 1 Liter
Langkah edukasi ini membuahkan hasil yang membanggakan, sebanyak 119 akun aplikasi Tring! beserta setoran saldo perdananya berhasil dibuat untuk warga yang tersebar di 9 RW Desa Sekaran.
Melalui pendekatan MFP ini, warga Desa Sekaran tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai literasi keuangan.
Tetapi juga melihat secara langsung keterkaitan antara kebiasaan memilah sampah organik melalui biopori dan sampah anorganik melalui tabungan emas untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan literasi dan ketahanan finansial keluarga, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemanfaatan hasil sampah sebagai sumber aset, serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara Tim PPKO KM FPsi UNS, PT Pegadaian, kader PKK, Karang Taruna, dan pemerintah Desa Sekaran.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong warga Desa Sekaran untuk semakin mandiri dalam mengelola hasil sampah rumah tangga secara menyeluruh, baik demi menjaga kelestarian lingkungan maupun mengubahnya menjadi aset finansial yang berkelanjutan.
Semoga program ini menjadikan pemilahan dan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan yang membawa manfaat nyata bagi masa depan keluarga. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono