Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Wiwik Setyaningsih, M.Kes., Ph.D., dengan beranggotakan Dr. Dian Atnantomi Wiliyanto, M.Pd., dan Arif Siswanto, S.S.T., M.P.H.
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan Pemerintah Desa Joho guna menanggulangi permasalahan komunikasi dan bahasa pada balita di lingkungan setempat.
Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat 34 balita yang menjadi sasaran utama pemetaan perkembangan bahasa dan bicara, khususnya pada anak rentang usia 48–60 bulan melalui layanan Posyandu.
Sebagai rangkaian program, sosialisasi edukatif mengenai pemetaan masalah serta metode penanganan bahasa balita telah sukses digelar pada Kamis (27/8/2026) di Balai Desa Joho. Agendanya dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri atas kader PKK dan kader Posyandu Desa Joho.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi pemaparan materi, terutama saat menerima penjelasan mengenai tahapan perkembangan bicara, tanda-tanda keterlambatan (speech delay), teknik stimulasi komunikasi mandiri di rumah, serta peran intervensi terapi wicara.
Tim pengabdi menekankan bahwa kemampuan bahasa dan bicara merupakan fondasi krusial dalam kognitif anak karena mencakup pemahaman instruksi, interaksi sosial, serta ekspresi diri.
Baca Juga: Optimalkan Nafsu Makan Balita, Poltekkes Kemenkes Surakarta Latih Tuina Massage di Bibis Luhur Solo
Karena itu, lingkungan keluarga memegang peranan kunci melalui pemberian stimulasi harian sederhana seperti mengajak berdialog, membaca buku, bernyanyi, serta merespons respons verbal anak.
Rencana Pembinaan Berkelanjutan di Tingkat Keluarga
Melalui sinergi antara akademisi perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, bidan desa, dan orang tua, program GetwLis diharapkan mampu mengoptimalkan upaya deteksi dini gangguan komunikasi pada anak sejak usia balita.
Sebagai langkah tindak lanjut dari program ini, tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta akan memfasilitasi pembinaan intensif bagi keluarga yang memiliki balita dengan indikasi gangguan bahasa.
Melalui pembinaan tersebut, para orang tua dibekali keterampilan praktis untuk melakukan penanganan mandiri secara sedini mungkin di tingkat rumah tangga menggunakan metode sederhana yang telah dilatihkan. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono