RADARSOLO.COAM – Upaya mempersiapkan kehamilan sehat perlu dilakukan sejak sebelum pasangan memasuki masa kehamilan. Deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko pada pasangan usia subur (PUS) menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kehamilan berisiko sekaligus mendukung pencegahan masalah kesehatan ibu dan anak sejak hulu.
Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Deteksi Dini dan Skrining Pasangan Usia Subur Layak Hamil (GADIS PUSLAMIL) sebagai upaya pencegahan dini kasus stunting.”
Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Karangpandan, Karanganyar, dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta pasangan usia subur dari Desa Toh Kuning.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi dan penyuluhan mengenai deteksi dini serta skrining layak hamil, dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik penggunaan aplikasi GADIS PUSLAMIL.
Aplikasi GADIS PUSLAMIL merupakan inovasi berbasis teknologi, dikembangkan sebagai media untuk membantu pasangan usia subur mengenali kondisi dan faktor risiko yang berkaitan dengan kesiapan kehamilan. Aplikasi ini juga dirancang sebagai media edukasi mengenai persiapan kehamilan sehat yang dapat digunakan secara praktis melalui telepon pintar.
Kegiatan pertama pada 14 Agustus menyasar bidan sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Karangpandan. Sosialisasi kepada tenaga kesehatan menjadi bagian penting karena bidan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta mendampingi pasangan usia subur dalam mempersiapkan kehamilan. Pada kegiatan tersebut, tim memperkenalkan konsep skrining layak hamil, sekaligus memberikan penjelasan mengenai penggunaan aplikasi GADIS PUSLAMIL.
Selanjutnya, pada 19 Agustus kegiatan diperluas kepada kader kesehatan dan pasangan usia subur dari Desa Toh Kuning. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan, pengenalan aplikasi, dan praktik bersama pengisian GADIS PUSLAMIL.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pentingnya mempersiapkan kehamilan, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana melakukan deteksi dini terhadap kondisi yang dapat menjadi faktor risiko sebelum kehamilan terjadi.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Siti Yulaikah, SST., M.Keb, menjelaskan, pendekatan program dilakukan dari masa prakonsepsi. Ini sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan ibu dan anak, yang idealnya dimulai sebelum kehamilan.
“Kehamilan yang sehat perlu dipersiapkan sejak sebelum hamil. Melalui GADIS PUSLAMIL, kami ingin membantu pasangan usia subur mengenali kesiapan dan faktor risiko kehamilan lebih awal sehingga masalah dapat ditemukan dan ditindaklanjuti bersama tenaga kesehatan,” jelasnya.
Menurutnya, skrining layak hamil bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, tetapi menjadi media edukasi dan deteksi awal yang dapat membantu PUS serta memperkuat pendampingan oleh bidan dan kader. Hal tersebut sejalan dengan rancangan program yang menempatkan Puskesmas Karangpandan sebagai mitra serta kader dan PUS sebagai pengguna aplikasi.
Respons positif juga terlihat dari hasil wawancara dengan PUS dan kader. Seluruh peserta menyampaikan bahwa pengisian aplikasi GADIS PUSLAMIL mudah dipahami, sederhana, dan tidak menyulitkan pengguna. Kemudahan tersebut membuat peserta dapat mengikuti tahapan pengisian dengan baik dan memahami informasi yang disajikan dalam aplikasi.
Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan GADIS PUSLAMIL. Ini agar aplikasi tidak hanya memiliki fungsi sebagai media skrining, tetapi juga mudah digunakan oleh masyarakat dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat. Termasuk pada pasangan usia subur, yang diharapkan tidak hanya mengetahui pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum hamil, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melakukan persiapan kehamilan secara lebih terencana.
Tim pengabdian menilai pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi perlu dimulai dari periode sebelum kehamilan. GADIS PUSLAMIL diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung dalam meningkatkan kesadaran PUS mengenai pentingnya skrining layak hamil.
“Kami berharap aplikasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan, kader, dan pasangan usia subur sebagai bagian dari edukasi serta perencanaan kehamilan sehat,” tambah Siti Yulaikah. (kwl/nik)
Editor : Niko auglandy