RADARSOLO.COM - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Program Studi S1 Farmasi, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengembangkan inovasi Hydro-Protection Gel berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dengan modifikasi kompleks asam hialuronat–asam folat untuk mendukung terapi Cutaneous Lupus Erythematosus (CLE).
Tidak hanya dirancang untuk membantu menghantarkan bahan aktif dalam mengatasi peradangan kulit, sediaan ini juga dilengkapi komponen fotoprotektif yang memberikan perlindungan terhadap paparan sinar UV sebagai salah satu faktor yang dapat memicu perburukan atau kekambuhan lesi kulit pada lupus.
Tim ini diketuai oleh Chelsea Meuthia Akhadi, dengan anggota:
- Pandhega Respati Niti
- Angela Bilqisth
- Alda Qonita Zulfa
- Korina Regita Pramesti
Kelimanya merupakan mahasiswa program studi S1 Farmasi UNS di bawah bimbingan, apt. Adi Yugatama S.Farm M.Farm Sci.Ph.D (dosen Prodi Farmasi).
Baca Juga: Tim PPKO KM Psikologi UNS Edukasi Warga Desa Sekaran: Pilah Sampah Jadi Emas dan Kompos
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Hydro-Protection Gel berbasis NLC untuk mendukung terapi CLE melalui integrasi aktivitas antiinflamasi dan fotoprotektif.
CLE merupakan manifestasi autoimun pada kulit yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dan ditandai dengan respons inflamasi berlebihan yang dapat menyebabkan fotosensitivitas serta berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas pasien (He dkk., 2025).
Hydro-Protection Gel dirancang untuk menghantarkan kuersetin dan hesperidin sekaligus memberikan perlindungan terhadap paparan UV, sehingga berpotensi mendukung terapi CLE dan membantu mencegah eksaserbasi lesi akibat paparan sinar UV.
Salah satu anggota tim, Alda Qonita, menjelaskan, “Hingga saat ini, penatalaksanaan CLE masih mengandalkan kortikosteroid topikal dan antimalaria oral, sementara penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping dan terapi yang tersedia belum memberikan perlindungan terhadap paparan sinar UV sebagai salah satu pemicu eksaserbasi lesi,” ungkapnya.
Menjawab permasalahan tersebut, tim PKM-RE UNS menghadirkan inovasi Hydro-Protection Gel yang mengintegrasikan sistem penghantaran obat berbasis nanoteknologi dengan perlindungan fotoprotektif.
Baca Juga: UNS Dorong Lansia Mandiri melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung efektivitas terapi sekaligus membantu melindungi kulit dari paparan UV yang berpotensi memperburuk kondisi CLE, sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita poin keempat dan visi Indonesia Emas 2045.
Ke depannya, Chelsea Meuthia Akhadi berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan terapi CLE dan menjadi langkah awal menuju inovasi yang lebih aplikatif di bidang kesehatan.
“Kami berharap Hydro-Protection Gel ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penanganan CLE. Kami juga berharap inovasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono