RADARSOLO.COM - Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong penguatan life skill masuk dalam pembelajaran siswa SD hingga SMP.
Respati menilai, kecakapan dan kemandirian anak seperti melipat baju, menali sepatu, hingga cuci piring perlu dibiasakan dan diajarkan sejak dini.
Respati menyebut, life skill perlu dibiasakan ke anak-anak. Sebab masih banyak siswa yang belum bisa melakukan hal-hal sederhana untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
"Mata pelajaran tambahan untuk anak-anak kita adalah life skill ya itu pelajaran anak SD SMP melipat baju, anak SD SMP harus bisa menali sepatu, cuci piring, ini wajib di-instal ke anak-anak. Karena banyak sekali yang belum bisa, ini ancamannya luar biasa," ujar Respati, belum lama ini.
Menurutnya, gagasan ini terinspirasi dari sejumlah sekolah swasta yang menjadikan life skill sebagai mata pelajaran (mapel) tambahan.
Selain itu, pemahaman berkendara dan lalu lintas juga menjadi sorotan.
"Anak-anak kita itu perlu ditambahi mata pelajaran yang sederhana tetapi tidak pernah dilakukan," imbuhnya.
Respati menekankan siswa SD-SMP perlu diajarkan tentang kemanusiaan.
Prilaku budi pekerti seperti tepo sliro dinilai penting utnuk menghadapi degradasi mental para siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyatno mengatakan, gagasan penguatan life skill tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang sudah berjalan di sekolah.
Menurutnya, kecakapan hidup tidak harus menjadi mata pelajaran baru, tetapi dapat diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler (ekskul).
“Jadi bukan dalam bentuk satu mata pelajaran. Apa yang disampaikan Pak Wali itu bisa kita masukkan ke berbagai kegiatan yang sudah ada di sekolah,” kata Dwi, Jumat (11/9).
Dwi mencontohkan keterampilan sederhana seperti melipat baju, merapikan tempat tidur, hingga menyiapkan perlengkapan pribadi.
Ini bisa menjadi bagian dari pembiasaan anak.
Bahkan, keterampilan menjahit dapat diperoleh melalui kegiatan Pramuka yang memiliki materi kecakapan khusus.
Baca Juga: Guru SD Negeri Di Solo Berlebihan Tegur Siswa, Wali Murid Wadul Wali Kota
Menurut Dwi, penguatan life skill perlu diberikan secara bertahap sesuai usia dan jenjang pendidikan.
Pada PAUD, anak mulai dilatih mengenakan pakaian dan sepatu sendiri hingga makan tanpa disuapi.
Ketika memasuki SD dan SMP, kecakapan tersebut dikembangkan agar anak semakin mampu memenuhi kebutuhan pribadi dan menyelesaikan persoalan sehari-hari secara mandiri.
“Setiap level di PAUD, SD sampai SMP itu ada kebutuhan kecakapan yang penting untuk dimiliki anak. Sehingga pada setiap level dia bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.
Dwi menegaskan pembiasaan tersebut harus dilakukan secara konsisten di rumah karena life skill merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari anak.
“Kita belajarkan di sekolah, tapi kalau tidak dilakukan secara konsisten di rumah sebagai bagian rangkaian yang dilakukan secara berkelanjutan, ya enggak bisa, maka peran orang tua menjadi penting untuk mendukung,” tandasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo