RADARSOLO.COM - Program JSN Mengajar kembali menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia profesional.
Kali ini, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) hadirkan perspektif industri melalui kegiatan Kuliah Dosen Tamu yang digelar di Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU), Senin (15/9).
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Teknik dan Operasional PT Jasamarga Solo Ngawi, M. Historya Ayanda, hadir sebagai narasumber.
Ia membagikan pengalaman dan wawasan terkait pengelolaan serta operasional industri jalan tol kepada para mahasiswa.
Materi yang disampaikan dalam Kuliah Dosen Tamu UMPKU tidak hanya berfokus pada teori.
Mahasiswa juga diajak memahami secara langsung bagaimana proses penyelenggaraan jalan tol dijalankan, mulai dari operasional, pelayanan kepada pengguna jalan, pemeliharaan, keselamatan, hingga pengelolaan sumber daya.
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran lebih nyata mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pekerja di industri jalan tol.
Pembahasan juga diarahkan pada kemampuan dan kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Program JSN Mengajar turut menekankan bahwa kesiapan memasuki dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik.
Mahasiswa juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa kebutuhan industri terus berkembang. Karena itu, kompetensi yang dimiliki tidak cukup hanya dari sisi akademik, tetapi juga harus dibarengi kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar. Hal tersebut menjadi bekal penting ketika nantinya memasuki dunia profesional,” ujar Historya.
Menurutnya, interaksi langsung antara praktisi industri dan mahasiswa menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan sekaligus memperkenalkan kondisi dunia kerja secara lebih konkret.
Kehadiran PT JSN dalam Kuliah Dosen Tamu di UMPKU juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lingkungan akademik dan dunia industri.
Melalui JSN Mengajar, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari sisi akademis, tetapi juga dapat melihat bagaimana ilmu dan kompetensi tersebut diterapkan dalam lingkungan kerja.
Dengan hadirkan perspektif industri, program JSN Mengajar diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang, tantangan, dan tuntutan profesional di sektor jalan tol.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antara praktisi PT JSN dengan generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.(*)
Sumber : Radar Solo