RADARSOLO.COM - Sebanyak 11 atlet National Paralympic Committee (NPC) akan menjalani Wisuda Sarjana ke-93 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) di GOR UTP Plesungan, Karanganyar, Kamis (17/9).
Mereka menjadi bagian dari ratusan wisudawan yang menuntaskan pendidikan tinggi, sekaligus tetap menjalani karier sebagai atlet berprestasi.
Para atlet tersebut memiliki rekam prestasi hingga level internasional.
Kehadiran mereka dalam prosesi wisuda menjadi bukti, bahwa pendidikan akademik bisa berjalan beriringan dengan prestasi olahraga.
Rektor UTP Winarti mengatakan, kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan prestasi olahraga sekaligus menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: UTP Surakarta Raih Juara Umum Kejuaraan Atletik Master Jawa Tengah 2026 di Klaten, Sabet 49 Medali
Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting bagi atlet, baik ketika masih aktif berkompetisi maupun setelah memasuki kehidupan profesional.
"Kami ingin mahasiswa UTP tidak hanya menjadi juara di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tampil di panggung internasional. Dan 11 atlet NPC yang akan diwisuda besok adalah contoh nyata, bahwa pendidikan dan prestasi internasional bisa berjalan bersama," kata Winarti saat jumpa pers, Rabu (16/9).
UTP selama ini memiliki kekuatan di bidang olahraga.
Karena itu, keberadaan atlet berprestasi di lingkungan kampus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta.
"Juara tidak hanya dimaknai sebagai mereka yang memenangkan kompetisi, tetapi juga mereka yang mampu menginspirasi, membawa nama Indonesia di tingkat internasional, dan terus berkembang melalui pendidikan," imbuh Winarti.
Wisuda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-46 UTP.
Selain Wisuda Sarjana ke-93, UTP menggelar Wisuda Program Magister ke-11 dan Vokasi ke-4.
Internasionalisasi pendidikan menjadi salah satu arah pengembangan UTP.
Pada 2026, UTP menerima mahasiswa baru dari Timor Leste.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UTP Ciptakan Alat Pembakaran Sampah, Asap Lebih Minim
Kampus juga memperkuat kerja sama dengan University of Mindanao Filipina.
Di sisi lain, UTP mencatat capaian baru dengan hadirnya Program Studi (Prodi) Magister Manajemen.
UTP juga menerima 30 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit, melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Bagi UTP, rangkaian capaian tersebut menjadi bagian dari transformasi kampus pada usia ke-46, dengan memperkuat pendidikan akademik, jejaring kerja sama, serta ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi hingga tingkat internasional. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo