RADARSOLO.COM - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menegaskan komitmennya sebagai kampus of champion dan kampus berdampak yang menghasilkan lulusan siap kerja.
Hal itu disampaikan Rektor UTP Winarti dalam Wisuda Program Magister ke-11, Sarjana ke-93, dan Vokasi ke-4 Tahun Akademik 2025/2026 di GOR UTP, pada Kamis (17/9).
Sebanyak 398 wisudawan dari program magister, sarjana, dan vokasi resmi dikukuhkan.
Winarti mengatakan, UTP juga mendapat kepercayaan dari sejumlah kementerian lintas sektor untuk menjalankan berbagai program.
“UTP memilih untuk tetap tampil sebagai kampus of champion, sebagai kampus berdampak dan yang terpenting UTP adalah kampus yang menyiapkan lulusan untuk siap kerja,” kata Winarti.
UTP mengantongi berbagai kepercayaan dari beberapa sektor kementerian, seperti Kementerian Kebudayaan dalam agenda optimalisasi warisan budaya dan benda bersejarah, Kementerian Pertanian dalam pengelolaan industri kelapa sawit, dan Kemendikdasmen melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) afirmasi beasiswa bagi guru untuk memenuhi kualifikasi akademik jenjang S1.
“Selain itu ada mahasiswa RPL 154 orang PGSD dan 102 Pendidikan Jasmani, 58 mahasiswa lain mendapatkan kesempatan mengikuti program beasiswa pendidikan profesi guru (PPG),” ujarnya.
Di sisi prestasi, UTP juga mencatat capaian mahasiswa di tingkat internasional. Sebanyak 11 mahasiswa NPC Indonesia disebut mempersembahkan total 23 medali emas, perak, dan perunggu bagi Indonesia sekaligus UTP dalam ajang di Thailand.
Winarti berpesan kepada para wisudawan agar terus berkarya setelah menyelesaikan pendidikan di UTP.
“Teruslah berkarya, berdampak dan memberi arti bagi Ibu Pertiwi sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing,” pesannya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Tunas Pembangunan (YPTP) Leni Pramesti mengatakan, wisuda bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian profesional para lulusan di tingkat nasional maupun global.
“Ini merupakan titik awal pengabdian profesional saudara yang sesungguhnya di kancah nasional maupun global. Selalu jabarkan semangat Triciri Tentara Pelajar dalam melangkah ke fase kehidupan yang baru,” kata Leni.
Dia juga berpesan agar para lulusan menjaga integritas serta menjadikan etika, kejujuran, dan kebenaran ilmiah sebagai pedoman dalam bekerja dan berkarya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan Ni Nengah Widiasih mengajak rekan-rekannya tidak melupakan perjuangan yang mengantarkan mereka hingga prosesi wisuda.
Peraih medali perunggu Paralympic Brasil dan medali perak Paralympic Tokyo 2020 itu menyebut, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua, keluarga, dosen, dan sahabat.
“Hari ini kita berdiri di sini bukan karena perjalanan kita selalu mudah. Kita berada di sini karena setiap kali jatuh selalu ada alasan untuk bangkit,” ujar Ni Nengah. (alf)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo