RADARSOLO.COM - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembangkan inovasi aromaterapi dari kulit jeruk, yakni Citroguard 3in1.
Produk tersebut memanfaatkan ekstrak kulit jeruk, serai, dan cengkeh. Menariknya lagi, aromaterapi ini selain mengharumkan ruangan, juga ampuh mengusir nyamuk.
CITROGUARD 3in1 dikembangkan tim yang diketuai Tri Astuti Rejeki Handayani.
Kemudian bagian keuangan Fatimah, koordinator produksi Dinda Cahya Maghfirah, bagian media Saniya Zulfa Riyani Sari, serta bagian marketing Zahra Lu'lu'a Salsabila.
Baca Juga: UMS Tegaskan Kampus Aman Dari Tindak Kekerasan
Tri Astuti menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari pemanfaatan bahan alami yang memiliki aroma khas.
Mengusung konsep tiga manfaat dalam satu produk.
“Selain aromaterapi, produk ini juga ampuh mengusir nyamuk sekaligus sebagai pengharum ruangan,” ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Alquran dan Tafsir UMS tersebut, Jumat (18/9).
Selama proses pembuatan, kulit jeruk dan serai diekstrak.
Kemudian dipadukan dengan bubuk cengkeh, lalu difermentasi selama tujuh hari.
“Setelah fermentasi, bahan diracik menggunakan etanol 70 persen, essential oil, dan minyak atsiri hingga menjadi produk yang siap digunakan,” imbuh Tri.
Proses pengembangan formulasi hingga menghasilkan produk jadi membutuhkan waktu sekira dua hingga tiga bulan.
Tim harus melakukan sejumlah penyesuaian, agar komposisi bahan dapat menghasilkan produk sesuai konsep yang dirancang.
“Kalau untuk pembuatan produknya dengan formulasi yang sudah dibuat, hanya membutuhkan waktu 10 hari saja,” bebernya.
Baca Juga: Mahasiswa UMS Kembangkan Smart Plant Monitoring, Menyiram Tanaman Cukup Dipantau Polsel
Produk tersebut juga telah melalui pengujian kandungan di laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja.
Selain itu, Tri dkk melakukan uji coba sederhana terhadap nyamuk.
Hasil pengujian kandungan senyawa, Citroguard 3in1 diketahui mengandung flavonoid. Hasil tersebut menjadi salah satu data yang digunakan tim dalam pengembangan inovasi berbahan alami.
“Harapan kami, CitroGuard 3in1 tidak berhenti sebagai proyek mahasiswa saja. Nantinya dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual, serta bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Saat ini, inovasi CitroGuard 3in1 berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tri dkk masih melanjutkan pengembangan produk, serta mempersiapkan diri untuk tahap seleksi berikutnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo