Wisuda STP Sahid Surakarta ke-27, Angkat Semangat Leading Sustainable Tourism

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:55 WIB
Prosesi wisuda STP Sahid Surakarta ke-27 tahun akademik 2025/2026 melalui semangat "Leading Sustainable Tourism, The Spirit of Hasta Brata". (ALFIDA/RADAR SOLO)
Prosesi wisuda STP Sahid Surakarta ke-27 tahun akademik 2025/2026 melalui semangat "Leading Sustainable Tourism, The Spirit of Hasta Brata". (ALFIDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta mendorong lulusannya tidak sekadar mengejar karier di industri pariwisata.

Melainkan mampu menjadi pemimpin yang menjaga kelestarian alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan kepada 211 wisudawan sarjana, ahli madya dan ahli pratama dalam wisuda STP Sahid Surakarta ke-27 tahun akademik 2025/2026, melalui semangat "Leading Sustainable Tourism, The Spirit of Hasta Brata".

Baca Juga: Rayakan Tahun ke-26, STP Sahid Surakarta Gelar Lokakarya: Sediakan Inovasi Jajanan Tradisional

Ketua Yayasan STP Sahid Surakarta Nugroho B. Sukamdani mengatakan, pariwisata memiliki peran lebih luas karena mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dan negara.

"Saya berani mengatakan pariwisata agen perdamaian dunia. Karena saling mengunjungi, memahami sendiri kuliner, budaya bangsa, itu membuat semakin dekat dengan dunia," kata Nugroho.

Menurutnya, konsep leading sustainable tourism menuntut industri pariwisata tidak berhenti pada pencapaian ekonomi. Keberlanjutan juga harus menjadi perhatian melalui perlindungan alam dan kebudayaan masyarakat lokal.

"Memimpin pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tapi menjaga kelestarian alam, kebudayaan masyarakat lokal di tengah perubahan iklim dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks," ujarnya.

Nugroho menilai tantangan lingkungan perlu menjadi perhatian serius dalam pembangunan.

Karena itu, para lulusan pariwisata diminta mengambil peran sebagai pemimpin yang mampu menentukan arah perkembangan sektor tersebut.

Baca Juga: STP Sahid Surakarta Gelar Integrated Practice di Saraswati Bar, Orang Tua Saksikan Langsung Kompetensi Mahasiswa

Mereka diharapkan tidak sekadar mengikuti arus perubahan, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan menjadi agen perubahan.

"Setiap lulusan pariwisata dipanggil untuk menjadi petunjuk arah yang visioner, bukan sekadar pengikut arus, melainkan penuntun yang memberi arah, inspirasi, dan harapan," tegasnya.

Ketua STP Sahid Surakarta Agus Solikhin menambahkan, kelulusan bukan hanya menjadi tanda berakhirnya proses akademik.

Ijazah yang diterima wisudawan juga membawa amanah untuk mengabdikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Wisudawan STP Sahid Surakarta diharapkan tidak sekadar mengikuti arus perubahan, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan menjadi agen perubahan. (ALFIDA/RADAR SOLO)
Wisudawan STP Sahid Surakarta diharapkan tidak sekadar mengikuti arus perubahan, tetapi mampu menghadirkan gagasan dan menjadi agen perubahan. (ALFIDA/RADAR SOLO)

STP Sahid Surakarta juga menghidupkan filosofi Hastra Brata dalam pendidikan sebagai pijakan pembentukan karakter.

"Delapan nilai itu mengajarkan manusia belajar dari sifat-sifat alam, seperti keteguhan, keluasan, keteduhan, ketajaman, kesabaran, kemampuan memberikan kehidupan, hingga menjadi penerang bagi lingkungan sekitar," ujar Agus. 

Melalui semangat tersebut, STP Sahid Surakarta ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri pariwisata, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap keberlanjutan.

Baca Juga: STP Sahid Surakarta Kirim Beragam Bantuan ke Lumajang

Salah satu lulusan terbaik sekaligus General Manager Hotel Tentrem Jogja Christoporus Yulianto mengatakan, pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) membantunya menghubungkan pengalaman sebagai praktisi dengan pengetahuan akademik.

"Bagi saya yang sudah bertahun-tahun belerja di dunia perhotelan, pemahaman akademis yang saya dapatkan di STP Sahid Surakarta ini sangat membantu saya dalam merefleksikan teoritis dan praktis di industri pariwisata," ungkapnya. 

Dia berharap STP Sahid terus membuka program yang mendukung para praktisi untuk mendapatkan pendidikan akademik sehingga ilmu dan pengalaman lapangan dapat berjalan beriringan. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
wisuda stp sahid surakarta ke-27 Leading Sustainable Tourism Ketua Yayasan STP Sahid Surakarta Nugroho B. Sukamdani industri pariwisata