Isi Seminari Di UNS, Menbud Fadli Zon Ingatkan Ilmuwan Sosial Pantang Kutip Teori Asing

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:47 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon isi seminar di kampus UNS, Rabu (23/9). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon isi seminar di kampus UNS, Rabu (23/9). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong ilmuwan sosial lebih berani membangun teori dan narasi sendiri.

Pesan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (23/9). 

Fadli Zon menilai kekayaan sejarah, budaya, dan keberagaman masyarakat merupakan modal besar untuk melahirkan perspektif ilmu sosial dari dalam negeri.

Sayangnya, para ilmuwan kurang berani membuat teori dan narasi. 

“Kadang-kadang masih terlalu berpatokan kepada ilmuwan-ilmuwan asing,” ucapnya.

Baca Juga: Fadli Zon Apresiasi Mahasiswa Belajar Bersama Maestro, Soroti Seni Sebagai Kritik Lingkungan

Fadli Zon mencontohkan narasi out of Africa mengenai asal-usul manusia.

Menurutnya, Indonesia punya bukti arkeologis dan sejarah peradaban yang bisa menjadi pijakan membangun narasi sendiri.

Jejak tersebut terlihat dari temuan manusia purba di Jawa, hingga lukisan purba di Sulawesi. Kekayaan itu semestinya tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga sumber lahirnya teori dan perspektif ilmu sosial.

“Padahal kita ini adalah peradaban yang sangat tua. Mega diversity. Kita ini peradaban yang tua,” ujarnya.

Fadli Zon menambahkan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi tantangan bagi ilmu sosial.

Namun, peneliti sosial tetap dibutuhkan untuk membaca fenomena masyarakat secara menyeluruh, menyediakan data dan analisis, serta menjadi penghubung antara akademik dan pembuat kebijakan.

"Peneliti sosial juga adalah fondasi penting di dalam membentuk kebijakan publik yang adil, inklusif, berkelanjutan," ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS Irwan Tri Nugroho menilai, tantangan ilmu sosial semakin besar.

Dia menyoroti rencana penutupan 90 program studi (prodi) di University of Edinburgh Inggris.

Baca Juga: Pidato Kebudayaan di Kampus UTP Solo, Fadli Zon Dorong Mega Diversity Jadi Kekuatan Ekonomi

Menurutnya, 80 persen di antaranya merupakan prodi ilmu sosial.

“Semua terkejut. Kampus besar, University of Edinburgh mengumumkan 90 prodinya akan ditutup,” bebernya.

Menurut Irwan, kondisi tersebut menjadi tantangan untuk mengembalikan peran ilmu sosial.

Dia juga menyoroti keterbatasan cendekiawan sosial yang tidak sekadar mengejar publikasi akademik.

“Kita masih kekurangan cendekiawan ilmu sosial saat ini. Beda dengan zamannya dulu ada Pak Selo Sumardjan dan seterusnya. Sekarang cendekiawan ilmu sosial terbatas,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
ilmuwan sosial seminar uns Menbud Fadli Zon