RADARSOLO.COM – Sebanyak 45 pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta masa bakti 2024–2029 dikukuhkan di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus II ISI Surakarta, Rabu (23/9/2026).
Pengukuhan tersebut berlangsung serentak secara daring bersama pengurus 21 DWP Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan DWP Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) se-Indonesia masa bakti 2024–2029. Momentum ini menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi, kepengurusan, serta sinergi antar-DWP di lingkungan perguruan tinggi.
Pengukuhan turut dihadiri Penasihat DWP Kemdiktisaintek Levy Olivia Nur Brian Yuliarto dan jajaran DWP Kemdiktisaintek di Jakarta . Sementara di Gedung Sungging Prabangkara hadir Pembina DWP ISI Surakarta yang diwakili Wakil Rektor I M. Arif Jati Purnomo dan Wakil Rektor III Zulkarnain Mistortoify di Solo.
Ketua DWP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Anisa Pramudita Badri Munir Sukojo menyampaikan ucapan selamat sekaligus arahan kepada para pengurus yang baru dikukuhkan.
Baca Juga: Isi Tuntutan Gugatan Ijazah Gibran di MK, Minta Diskualifikasi hingga Pilih Wapres Baru
Anisa mengajak seluruh pengurus DWP untuk memikirkan legacy atau warisan yang ingin ditinggalkan setelah masa bakti berakhir. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan anggota, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Saya bersyukur dapat berada dalam sebuah keluarga besar dengan pengalaman, karya, dan semangat pengabdian yang sangat beragam. Saya berharap kegiatan hari ini menjadi awal bagi kita untuk semakin dekat, saling belajar, dan semakin kuat dalam bergerak bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Terungkap Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tiap Daerah, Mulai Kerja Oktober 2026
Dia menekankan, DWP harus mampu hadir dan memberikan manfaat, bukan sekadar memiliki struktur organisasi dan daftar program kerja.
“Saya kira pertanyaan inilah yang penting kita bawa bersama sebagai awal dari sebuah amanah. Amanah untuk membuat organisasi ini tidak hanya ada, tetapi juga hadir; tidak hanya memiliki struktur, tetapi juga mampu bergerak. Tidak hanya menyusun program, tetapi juga menghadirkan manfaat,” tegasnya.
Anisa menilai luasnya jejaring DWP menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan. Jejaring tersebut dapat menjadi ruang untuk saling belajar, membantu, dan menguatkan.
“Manfaat itu tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang ia tumbuh dari hal yang sederhana. Seperti anggota yang semakin berdaya, atau keluarga yang memperoleh dukungan, atau satu gagasan baik yang berkembang karena dikerjakan bersama. Dari situlah kehadiran sebuah organisasi menjadi bermakna dan berdampak,” jelasnya.
Pengukuhan dilakukan secara daring oleh Ketua DWP Kemdiktisaintek. Bagi DWP ISI Surakarta, momentum tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen, kebersamaan, dan semangat pengabdian selama masa bakti 2024–2029.
Ketua DWP ISI Surakarta Resita Rika Aryani mengatakan, pengukuhan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
“Melangkah bersama, bersinergi, dan terus berkarya untuk menghadirkan DWP yang semakin solid, inspiratif, dan memberikan manfaat,” ujarnya. (alf/bun)
Editor : Kabun Triyatno