RADARSOLO.COM - Perjalanan menaiki kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Palur menjadi ruang belajar baru bagi 28 siswa kelas V SDN Madyotaman Solo, Senin (28/9).
Tak hanya merasakan pengalaman naik transportasi umum, mereka juga diajak mengenali beragam profesi yang bekerja di baliknya.
Kegiatan tersebut dikemas dalam outing class memperingati HUT Ke-81 PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sebanyak 28 siswa turut hadir menampilkan beragam tarian hingga puisi.
Baca Juga: Satu Dekade, SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Perkuat Budaya Berkarya
Guru kelas V SDN Madyotaman Yusuf Riyadi mengatakan, kegiatan itu sengaja dikaitkan dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Khususnya tentang profesi atau pekerjaan dan lapangan kerja.
Stasiun dan kereta api dipilih sebagai lokasi pembelajaran, karena siswa bisa melihat langsung berbagai pekerjaan yang selama ini hanya dipahami melalui materi di kelas.
"Kami sekalian mengenalkan bahwa di kereta api itu ada banyak sekali pekerjaan. Mulai dari produsen, distribusi, dan juga konsumsinya. Termasuk banyak pedagang-pedagang. Itu kan termasuk jalur distribusi. Ini sesuai dengan materi pelajaran IPAS," ujarnya.
Selain pedagang, siswa mendapat pengenalan mengenai profesi yang terdapat di stasiun maupun di dalam kereta.
Perwakilan KCI Solo Balapan Purwono turut memberikan edukasi mengenai tata cara menggunakan layanan kereta api.
Mulai dari memasuki stasiun, melewati gate, hingga naik kereta.
Pihak KAI juga memberikan edukasi kepada para siswa untuk mengenal sejarah perkeretaapian di Indonesia.
"Lebih mengerti lagi tentang kereta api, terus tata cara naik kereta api, hingga adab dan sopan santun di dalam maupun di luar kereta," jelasnya.
Bagi sebagian siswa, kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman pertama menggunakan layanan KRL.
Baca Juga: Prodi BK UPI Uji Prototipe Aplikasi “BK KITA” Bersama Guru BK SMP Se-Solo Raya
Yusuf menyebut sejumlah siswa sebelumnya sudah pernah naik kereta bersama orang tua.
Namun, beberapa lainnya baru pertama kali datang ke Stasiun Solo Balapan.
Pengalaman dimulai sejak memasuki stasiun. Siswa mengenal penggunaan kartu tap, eskalator hingga sistem pembelian tiket yang kini dapat dilakukan melalui aplikasi.
"Mereka ternyata enggak hanya datang, beli tiket, lalu naik kereta. Ternyata ada pintu masuk dan harus tap kartu. Karcisnya juga sekarang bisa dari rumah lewat aplikasi. Mereka melihat perkembangan ini, keren sekali," kata Yusuf.
Pembelajaran tersebut membuat siswa tak hanya memahami kereta api sebagai alat transportasi.
Mereka juga melihat langsung bahwa perjalanan penumpang melibatkan banyak orang dengan tugas dan profesi berbeda.
Yusuf berharap pengalaman tersebut dapat membuat materi IPAS lebih mudah dipahami karena siswa melihat langsung penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo