RADARSOLO.COM - Lulusan Fakultas MIPA UNS khususnya prodi Kimia dan Fisika yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan seperti S2 dan S3 meningkat dari tahun ke tahun.
Di samping itu animo atau minat untuk melanjutkan pendidikan lanjutan dari S1 ke S2 atau hingga S3 dari alumni atau lulusan prodi S1 juga meningkat dari tahun ke tahun.
Dari data prodi Kimia, daftar mahasiswa S2 Kimia Angkatan Februari 2025 Gasal TA 2025 telah terdaftar hingga 14 orang, sedangkan tahun 2026 untuk semester genap saja sudah mencapai jumlah 8 orang yang akan meningkat dari tahun ke tahun.
Sedangkan untuk prodi Fisika tahun ini 2026 semester genap sudah mencapai 6 orang, dimana pada awal berdirinya hanya berjumlah 3 orang dalam 1 tahun.
Peningkatan animo ini tentunya harus dibarengi dengan meningkatnya kualitas penelitian dan pendidikan termasuk juga kualitas alumni dan kualitas publikasinya.
Secara mendasar, kualitas SDM alumni atau lulusan prodi Kimia dan Fisika tidak kalah dengan prodi prodi yang lebih tua seperti UGM dan ITB.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya alumni dari fakultas MIPA khususnya Kimia dan Fisika yang melanjutkan sekolah khususnya S3 diluar negeri, seperti halnya di Korea Selatan yang lebih maju.
Baca Juga: Mahasiswa UTP Ikuti Bintalfisdis di AAU Jogja, Bekal Hadapi Industri Sawit
Adapun berdasarkan data dari prodi S2 Kimia beberapa alumni yang telah melanjutkan beberapa universitas di Korea adalah Windy Ayu Lestari - Gyeongsang National University, Department of Materials Engineering and Convergence Technology.
Kemudian Dini Deviana Saputri - Gyeongsang National University, Department of Materials Engineering and Convergence Technology.
Dendy - Gyeongsang National University, Department of Materials Engineering and Convergence Technology.
Imam Shofid Alaih - Gyeongsang National University, Department of Aerospace Engineering.
Lalu Wahyu Eko Prasetyo- Chonnam National University, dan ada lima alumni lulusan Kimia telah berangkat lagi tahun ini dan masih belajar Bahasa Korea dengan beasiswa dari negara atau universitas Korea.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas alumni FMIPA telah teruji kemampuannya dan diterima baik di universitas Korea.
Bahkan di antara mereka ada yang menonjol yaitu saudari Windy Ayu Lestari termasuk alumni berprestasi di Korea selatan di Gyeongsang National University, Department of Materials Engineering and Convergence Technology dengan mendapatkan sebuah penghargaan atau award sebagai mahasiswa internasional berprestasi dari Kementerian Pendidikan sana.
Baca Juga: Isi Seminari Di UNS, Menbud Fadli Zon Ingatkan Ilmuwan Sosial Pantang Kutip Teori Asing
Untuk itu beberapa strategi perlu dilakukan untuk meningkatkan animo alumni sekaligus memberi wadah untuk melanjutkan jenjang studi di Korea.
Prodi Kimia dan Fisika MIPA UNS melakukan pengabdian internasional dengan sasaran alumni yang sedang belajar di Korea Selatan.
Tujuannya mempertahankan nama baik dari alumni FMIPA terjaga sekaligus berkenalan dan menjalin kolaborasi dengan universitas Korea.
Kegiatan tersebut digelar di Gyeongsang University, Jinju 22 hingga 24 Juli 2026.
Di dalam kegiatan dilakukan sharing dan diskusi untuk kebelangsungan program Kerjasama alumni dan peneliti di Korea.
Adapun diskusi dengan alumni FMIPA berkaitan dengan adanya shock culture di negara tempat mereka studi, karena terbawanya budaya Indonesia.
Baca Juga: Hari Batik Nasional 2026: Wajah Boleh Berubah, Proses Jangan Hilang
Selain itu terkait perbedaan sistem pengajaran antara universitas di Indonesia dan juga di negara tempat mereka studi di LN.
Kemudian kurangnya skill komunikasi dengan supervisor di LN, mentalities’ belajar mahasiswa yang masih terbawa budaya Indonesia.
Selanjutnya kurangnya komunikasi langsung antara peneliti atau dosen FMIPA dengan supervisor dari mahasiswa alumni FMIPA di LN. Serta kurangnya kerjasama bidang kimia dan fisika antara dosen di FMIPA dengan supervisor mereka Kegiatan tersebut juga untuk mendukung UNS menuju ke jenjang WCU.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan presentasi dan pengenalan dari pihak Korea dan UNS berkaitan dengan riset group masing-masing dan kemungkinan kerjasama antar peneliti kedua belah pihak.
Dari pihak FMIPA UNS diwakili oleh Prof. Dr.rer.nat. Atmanto Heru Wibowo, Prof. Khoirina Dwi dan Prof. Agus Supriyanto. Sedangkan dari pihak Korea diwakili oleh Prof. Park Jun Hong.
Di samping itu sebagai kelanjutannya dilakukan kunjungan balik ke UNS dari 4 Professor dari Gyeongsang University dan beberapa mahasiswa dan dilakukan pembekalan untuk alumni yang berminat belajar di Korea oleh Windy. (adi)
Editor : Adi Pras