RADARSOLO.COM - Mengenalkan teknologi dan energi terbarukan sejak dini, dua siswi kelas VI SDN Gurawan Solo merakit miniatur jalan traffic light berbasis coding.
Prototipe tersebut dilengkapi panel surya, sebagai sarana pembelajaran tentang pemanfaatan energi matahari.
Adalah Alula Inaya Divaysa dan Alila Rifda Maharani, yang merakit smart traffic light tersebut.
Miniatur ini dapat berganti warna secara otomatis sesuai instruksi program.
“Ini miniatur lampu lalu lintas di jalan raya. Ada lampu merahnya yang bisa menyala delapan detik, nanti bisa ganti warna lagi pakai coding. Jadi kami menyusun coding-nya di laptop,” jelas Alula, Jumat (2/10).
Pemrograman digunakan untuk mengendalikan pergantian warna lampu lalu lintas.
Mereka memanfaatkan pemrograman lewat Arduino, yang digunakan sebagai pengendali rangkaian.
Baca Juga: Mahasiswa UTP Ikuti Bintalfisdis di AAU Jogja, Bekal Hadapi Industri Sawit
Melalui teknologi ini, Alula dan Alila tidak hanya belajar menyusun coding, tetapi juga memahami penerapannya pada perangkat nyata.
Di sisi lain, panel surya dijejalkan sebagai komponen yang memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan energi listrik. Termasuk untuk mengganti warna lampu.
Meski demikian, proses perakitan tidak sepenuhnya berjalan mudah.
Keduanya mengaku mengalami kesulitan ketika memasang komponen dan menghubungkan rangkaian Arduino.
“Terutama di Arduino-nya. Susah sekali saat memasang-masangnya,” imbuhnya.
Dalam pengerjaannya, mereka mendapat pendampingan guru.
Pengetahuan dasar pemrograman juga dipelajari melalui kegiatan ekstrakurikuler coding di sekolah.
Pembuatan prototipe itu tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, komponen yang digunakan sudah tersedia dalam bentuk perangkat rakitan.
Baca Juga: Nestapa 100 Guru PPPK di Solo, Belasan Tahun Mengabdi Tak Kunjung Alih Status
Keduanya tinggal mengikuti buku panduan, untuk menyusun bagian demi bagian hingga menjadi miniatur utuh.
“Kami tinggal merakit saja. Bahannya sudah jadi. Ada buku panduannya juga. Jadi kami mengikuti panduan untuk memasang bagian-bagiannya,” jelasnya.
Prototipe tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi siswa.
Melalui alat peraga itu, keduanya berharap siswa lain lebih mudah mengenal cara kerja teknologi, sekaligus memahami dasar pemrograman.
“Harapannya, ke depan prototipe ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar sebagai media pembelajaran teknologi di sekolah,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo