SDN Madyotaman Buka Bimbel Gratis ke Anak-Anak, Ortu Bebas Olahraga di Halaman

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Staf pengajar SDN Madyotaman Solo bimbel bersama anak-anak warga Kelurahan Punggawan, Banjarsari, tiap sore hari. (Dok. SDN Madyotaman)
Staf pengajar SDN Madyotaman Solo bimbel bersama anak-anak warga Kelurahan Punggawan, Banjarsari, tiap sore hari. (Dok. SDN Madyotaman)

SOLO – SDN Madyotaman punya ide kreatif dalam pemanfaatan lahan. Berupa program bimbingan belajar (bimbel), drumband, dan pramuka dengan sasaran anak-anak warga sekitar.

Kepala SDN Madyotaman Ari Widi menjelaskan, kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler berakhir pukul 13.00. Karena itu, dia menggagas agar sekolah tetap hidup dengan berbagai aktivitas positif hingga sore hari.

“Ada beberapa kegiatan seperti pramuka pada Rabu, drumband tiap Senin, dan kegiatan bimbel tiap Selasa dan Kamis,” jelasnya, Selasa (6/10).

Pendampingan belajar tersebut menyasar anak-anak warga sekitar. Di tahap awal, 17 anak telah mendaftar. Mereka mendapatkan pendampingan mulai pukul 15.30-17.30.

Baca Juga: Plafon SDN Cepoko 2 Sragen Roboh Menimpa Guru, Dipicu Pergeseran Tanah

Lurah Punggawan Christyaningrum menambahkan, pemanfaatan lahan sekolah sebagai ruang belajar menjadi solusi atas minimnya fasilitas ruang terbuka di wilayahnya.

“Punggawan di tengah kota, yang lingkungannya benar-benar padat penduduk. Jadi sangat minim lahannya. Fasilitas umum yang bisa dipakai hanya pendapa, Taman Lesus, dan SDN Madyotaman,” ujarnya.

Christy menilai, lahan sekolah juga bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk olahraga sore. Sembari menemani buah hatinya yang mengikuti bimbel, pramuka, hingga drumband.

Baca Juga: Resmi, Andika Dharma Sena Pimpin Polres Sukoharjo Gantikan Anggaito Hadi Prabowo

“Ini bisa memfasilitasi orang tua yang menemani anaknya untuk pendampingan belajar. Di sini anak bisa belajar, sedangkan ayah atau ibunya olahraga,”bebernya.

Sementara itu, pendamping kegiatan berasal dari warga yang memiliki potensi tenaga pendidik.

Program juga tidak dibatasi hanya bagi siswa SDN Madyotaman. Anak-anak lain di wilayah Punggawan yang membutuhkan pendampingan bisa ikut bergabung.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Punggawan Dwi Ariyatno menjelaskan, pemanfaatan sekolah tersebut berawal dari aspirasi orang tua yang membutuhkan tempat belajar sekaligus pendampingan bagi anak.

LPMK bersama kelompok masyarakat kemudian mewadahinya menjadi kelas bimbingan belajar.

Baca Juga: Merah Putih Raksasa ala Siswa SD di Solo Sambut Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

"Memang komitmennya adalah untuk bisa menjaga kebersihan dan keamanan. Intinya sekolahnya dibuka untuk menyediakan tempat belajar. Pendampingnya nanti disediakan dari temen-temen atau relawan warga," katanya.

Menurut Dwi, keberadaan ruang belajar di sekolah juga diharapkan membangun kesadaran lingkungan untuk ikut memperhatikan proses belajar anak.

Terlebih, kawasan Punggawan memiliki keterbatasan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk aktivitas bersama. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
olahraga drumband Bimbel pramuka SDN Madyotaman