SafeSchool Smart Reporting, Aplikasi Cegah Bullying Karya Guru Besar UNS

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Guru Besar Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UNS Triana Rejekiningsih tunjukkan aplikasi SafeSchool Smart Reporting. (DOK. PRIBADI)
Guru Besar Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UNS Triana Rejekiningsih tunjukkan aplikasi SafeSchool Smart Reporting. (DOK. PRIBADI)

RADARSOLO.COM - Perundungan atau bullying masih menjadi peer (pekerjaan rumah) bagi setiap satuan pendidikan di Indonesia.

Tak terkecuali di Kota Solo, di mana masih terdapat sejumlah kasus verbal, fisik, hingga cyber bullying.

Sayangnya, para korban kebingungan ke mana harus melapor.

Permasalahan ini mendapat atensi khusus dari Guru Besar Pendidikan Kewarganegaraan FKIP UNS Triana Rejekiningsih.

Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Aman, SMK Muhammadiyah 4 Sragen Gelar MPLS Ramah Tanpa Perundungan

Ia membuat aplikasi untuk memudahkan siswa belajar, melapor, hingga memahami alur ketika terjadi perundungan. Namanya SafeSchool Smart Reporting.

Triana menjelaskan, SafeSchool Smart Reporting dikembangkan untuk membantu murid belajar mengenali bullying, memahami dampaknya, mencegah, berani melapor ketika terjadi, serta menghubungkan laporan dengan tindak lanjut yang memberikan perlindungan kepada warga sekolah.

“Di dalamnya terdapat konten edukatif. Mulai dari artikel, video, infografis, hingga kuis interaktif yang dapat dipelajari untuk memahami berbagai jenis bullying serta dampaknya,” jelas Triana, Jumat (9/10). 

SafeSchool diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada murid terkait pengenalan, dampak, dan nilai-nilai anti-bullying.

Baca Juga: Dari Korban Perundungan ke Panggung Asia Tenggara, Kisah Pebulutangkis Asal Sukoharjo Apriliana Sangat Menginspirasi

Termasuk cara menyikapi dan bertindak ketika menghadapi atau menyaksikan bullying.

“Dilengkapi Smart Reporting yang saya kembangkan, aplikasi ini memudahkan akses pelaporan yang aman bagi murid saat mengampaikan aduan ke sekolah,” imbuh Triana.

Aplikasi ini dibuat melalui tiga fase. Mulai dari asesmen, desain, serta pengembangan dan implementasi.

Selama pembuatan aplikasi, Triana mengalami beberapa kendala. Terutama dalam penyesuaian materi dan desain produk sesuai kebutuhan anak. 

“Setelah beberapa kali penyempurnaan dan uji coba, aplikasi ini terbukti meningkatkan pemahaman siswa terkait bullying. Hasilnya, skor pre-test meningkat dari 63,5 menjadi 90 saat post-test,” ungkapnya.

Meski demikian, Triana mengaku aplikasi tersebut belum bisa diunduh melalui PlayStore.

Baca Juga: Gencar Cegah Perundungan, Pemokot Solo Punya Program Gerakan Rukun Sama Teman

Alasannya karena masih diperlukan beberapa perbaikan. Ke depan, ia berencana menambahkan menu baru di dalamnya untuk memperluas akses pembelajaran. 

“Belum bisa diinstal secara umum. Nanti akan ditambah menu-menu baru lagi di penelitian tahun depan,” bebernya.

Menurutnya, teknologi tidak hanya menjadi media pembelajaran. Melainkan ekosistem pendidikan yang membentuk karakter kewarganegaraan.

“Inilah kontribusi yang ingin saya persembahkan. Menghubungkan ilmu dengan praksis, teknologi dengan nilai, dan inovasi dengan kemanusiaan. Sehingga menjadikan sekolah aman untuk belajar dan aman untuk tumbuh,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
SafeSchool Smart Reporting bullying perundungan Aplikasi