RADARSOLO.COM - Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat memasuki usia 25 tahun dengan berbagai capaian di bidang pendidikan.
Perayaan dilakukan di Edutorium UMS, pada Sabtu (10/10/2026).
Ke depan, pimpinan membidik pengembangan model pendidikan boarding school.
Kegiatan tersebut dimeriahkan beragam penampilan kesenian dari perwakilan jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat.
Baca Juga: Satu Dekade, SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Perkuat Budaya Berkarya
Ketua Komite Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Marpuji Ali mengatakan, pengembangan tersebut perlu dilakukan secara bertahap.
Dia berharap, perguruan tidak hanya mempertahankan prestasi yang telah diraih, tetapi juga memperluas model layanan pendidikan.
”Ke depan, di samping cita-cita dan prestasi-prestasi yang telah didapatkan saat ini, kami mengharapkan ada pengembangan di mana Program Khusus Kottabarat bisa juga menyelenggarakan pendidikan dengan model boarding school, walaupun itu harus dilakukan dengan bertahap,” ujarnya.
Marpuji menyebut, perjalanan selama seperempat abad menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dari kondisi awal yang serbaterbatas, kini Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat telah memiliki tiga kampus.
Baca Juga: Bentuk Karakter dan Semai Empati, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Kunjungi YPAC
Capaian tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
"Kami bersyukur mengembangkan perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat ini dilakukan dengan tulus, ikhlas, dan tekad dalam rangka untuk meraih cita-cita yang terbaik," kata Marpuji.
Sementara itu, Direktur Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Mohamad Ali menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh bersama.
Pendidikan, menurut dia, tidak semata-mata berorientasi pada perkembangan peserta didik, tetapi juga pada pertumbuhan guru dan orang tua.
Dia mengenang, perintisan sekolah yang bermula di Ketelan pada 2000 menjadi bagian dari perjalanan panjang hingga berkembang seperti sekarang.
Baca Juga: SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Sabet Nilai TKA Tertinggi Se-Kota Solo, Dua Siswa Raih Nilai 100!
Pertumbuhan tersebut berlangsung melalui sinergi berbagai unsur dalam penyelenggaraan pendidikan.
”Kita ingin bukan hanya mendidik anak-anak saja, tetapi juga mendidik diri kita sendiri. Inilah yang disebut menjadikan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat sebagai ruang tumbuh bersama,” katanya.
Menurut Muhammad Ali, pertumbuhan bersama itu mencakup berbagai aspek, mulai dari intelektual dan kognitif hingga kemampuan membangun jejaring serta penguatan spiritual.
Dengan demikian, sekolah diharapkan menjadi lingkungan yang memungkinkan siswa, guru, dan orang tua berkembang secara beriringan.
Memasuki usia 25 tahun, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka peluang pengembangan pada masa mendatang. (alf)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : radarsolo