RADARSOLO.COM-Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Kimia Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Eco-Energy School: Pemberdayaan Siswa SMKN 2 Sukoharjo melalui Pelatihan dan Implementasi Microbial Fuel Cell Berbasis Sampah Organik sebagai Energi Terbarukan.”
Kegiatan ini melibatkan siswa Program Keahlian/Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri (TKI) SMKN 2 Sukoharjo serta mahasiswa Program Studi Kimia Industri Fakultas Sains dan Teknologi (UDB) Surakarta.
Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pemanfaatan sampah organik sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC).
Murid diperkenalkan pada prinsip kerja MFC, komponen sistem, serta proses pemanfaatan aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik sekaligus menghasilkan energi listrik.
Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga siswa dapat memahami penerapan konsep kimia, mikrobiologi, dan elektrokimia dalam teknologi energi terbarukan.
Kepala Program Keahlian/Ketua Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri SMKN 2 Sukoharjo Nanik Ramini, S.T., M.Si menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa pembelajaran berbasis praktik seperti MFC memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menambah wawasan dan pengalaman siswa, khususnya dalam memahami penerapan ilmu Teknik Kimia Industri pada teknologi energi terbarukan," ungkapnya.
"Murid tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi,” imbuh Nanik.
Ketua tim pengabdian Septiana Ambarwati, S.T., M.T., berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian dan kreativitas siswa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: UDB Surakarta Lepas 759 Mahasiswa KKNT, Bupati Gunung Kidul: Pendidikan Fondasi Utama Pembangunan
“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa semakin memahami bahwa permasalahan sampah dapat menjadi peluang untuk menghasilkan inovasi," jelas dia.
"Semoga pengalaman yang diperoleh dapat mendorong siswa untuk terus bereksplorasi dan mengembangkan ide-ide sederhana terkait energi terbarukan yang bermanfaat bagi sekolah maupun masyarakat,” pungkas Septiana. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono