SOLO – Kesenjangan kualitas pembelajaran antarlembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Solo, menjadi perhatian Bunda PAUD Venessa Winastesia.
Ia mengusulkan program Guru Kunjung. Di mana guru PAUD yang sudah mapan, agar berbagi ilmu dan pengalaman kepada sekolah lain yang masih butuh pendampingan.
Usulan tersebut bagian dari program Solo Digdaya atau Strategi Inovatif Lare Solo Wajid PAUD Guna Mewujudkan Generasi yang Kuat dan Berdaya.
Melalui program ini, Venessa ingin mendorong pemerataan kualitas pendidikan sejak usia dini. Sehingga anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara, meski bersekolah di lembaga berbeda.
“Saya usul ada guru kunjung. Saya melihat PAUD swasta dan negeri itu kadang masih banyak ketimpangan. Bahkan antarswasta sendiri masih ada yang timpang,” kata Venessa.
Baca Juga: Bikin Gaduh Warga, Penghuni Kontrakan Nyaris Dimassa
Venessa mengusulkan sekolah PAUD yang sudah memiliki kualitas pembelajaran baik, dapat membantu sekolah lain melalui transfer ilmu. Guru berpengalaman dengan metode pembelajaran yang inovatif, diharapkan bersedia mendampingi pendidik di sekolah yang masih BUTUH peningkatan kapasitas.
“Bersedia mengajari sekolah lain yang sekiranya masih kurang kompeten. Jadi, transfer ilmu dari guru-guru yang pengajarannya sudah bagus,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menyambut positif usulan tersebut.
“Guru kunjung bisa memberikan contoh metode pembelajaran yang membangun antusiasme dan peran aktif anak dalam pembelajaran,” ujarnya.
Baca Juga: Mencekam! Sempat Melawan Pakai Busur, Pelaku Pembakaran Warung Mie Babi di Sukoharjo Didor Polisi
Meski demikian, program yang direncanakan akan berlangsung pada 2027 tersebut masih dalam proses pematangan rencana pelaksanaan.
Dia menjelaskan, usulan pelibatan guru PAUD swasta bukan karena kompetensi guru negeri dinilai kurang.
Pemilihan guru swasta lebih mempertimbangkan keberagaman program pembelajaran yang dikembangkan sejumlah lembaga swasta, yang belum tentu tersedia di PAUD negeri.
“Tidak juga (karena kapasitas guru negeri kurang). Kebetulan saja yang disebut Bu Wali guru swasta. Ada beberapa program swasta yang tidak tersedia di negeri. Makanya rekomendasinya guru swasta, lebih karena keberagaman program pembelajaran yang lebih variatif,” pungkasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo