RADARSOLO.COM - Menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagian siswa mungkin tergoda belajar selama berjam-jam demi mengejar materi yang belum dikuasai. Padahal, durasi belajar yang panjang tidak selalu menjamin pemahaman yang lebih baik.
Agar waktu persiapan lebih optimal, siswa perlu menerapkan cara belajar yang terarah, rutin berlatih, dan mengevaluasi hasilnya.
1. Tentukan Materi yang Menjadi Prioritas
Jangan langsung mempelajari seluruh materi dari awal. Mulailah dengan memeriksa kisi-kisi TKA, kemudian tandai topik yang sudah dikuasai dan bagian yang masih membingungkan.
Materi yang belum dikuasai dapat menjadi prioritas belajar. Sementara itu, materi yang sudah dipahami cukup diulang secara berkala agar tidak mudah terlupakan.
Cara ini membantu siswa menggunakan waktu belajar untuk memperbaiki kelemahan, bukan sekadar membaca ulang semua catatan.
2. Perbanyak Latihan Soal
Membaca buku dan menghafal catatan perlu diimbangi dengan latihan soal. Setelah mempelajari satu topik, cobalah menjawab soal yang berkaitan dengan materi tersebut tanpa langsung melihat pembahasan.
Setelah selesai, periksa jawaban dan pahami alasan di balik kesalahan yang dibuat. Catat konsep yang belum dipahami agar bisa dipelajari kembali.
Latihan semacam ini membantu siswa mengetahui apakah mereka benar-benar memahami materi atau sekadar merasa familier saat membaca.
3. Evaluasi Kesalahan, Jangan Hanya Menghitung Skor
Ketika mengerjakan latihan, jangan hanya berfokus pada jumlah jawaban benar. Perhatikan juga alasan jawaban keliru.
Apakah kesalahan terjadi karena tidak memahami konsep, salah membaca soal, kurang teliti, atau kehabisan waktu? Setiap penyebab membutuhkan perbaikan yang berbeda.
Jika sering salah memahami pertanyaan, misalnya, siswa perlu berlatih membaca soal dengan cermat. Jika belum menguasai konsep, pelajari kembali materi sebelum mencoba soal serupa.
4. Gunakan Simulasi dengan Batas Waktu
Latihan dengan batas waktu membantu siswa membiasakan diri mengatur kecepatan saat mengerjakan soal.
Pilih satu set latihan, tentukan durasi pengerjaan yang sesuai dengan petunjuk simulasi, lalu kerjakan tanpa sering berhenti untuk membuka catatan. Setelah selesai, evaluasi bagian yang menghabiskan waktu terlalu lama.
Latihan ini juga bisa membantu siswa menentukan strategi pengerjaan, seperti mendahulukan soal yang lebih mudah sebelum kembali ke soal yang sulit.
5. Belajar Bertahap dan Tetap Istirahat
Daripada memaksakan diri belajar berjam-jam dalam satu waktu, bagi materi ke dalam beberapa sesi yang lebih teratur. Misalnya, satu sesi digunakan untuk memahami konsep, sesi berikutnya untuk latihan soal, dan sesi terakhir untuk mengevaluasi kesalahan.
Sisipkan jeda istirahat agar tidak terus belajar dalam kondisi lelah. Menjelang ujian, hindari kebiasaan begadang untuk mengejar seluruh materi sekaligus.
Tidur cukup dan menjaga kondisi tubuh tetap penting agar siswa bisa berkonsentrasi ketika membaca soal dan menentukan jawaban.
Belajar Cerdas Lebih Penting daripada Sekadar Lama
Menghadapi TKA tidak selalu berarti harus menambah jam belajar sebanyak mungkin. Siswa perlu mengetahui bagian yang belum dikuasai, berlatih menerapkan konsep, serta memperbaiki kesalahan secara konsisten.
Dengan cara belajar yang terarah, waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih efektif. Targetnya bukan sekadar menyelesaikan banyak soal, melainkan memahami cara menjawabnya dengan tepat.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum