RADARSOLO.COM - Hari kedua pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA/SMK diwarnai kendala teknis, Selasa (27/10).
Gangguan server nasional membuat para siswa gagal login sehingga tidak bisa mengikuti ujian sesuai jadwal. Akibatnya, para siswa harus mengikuti ujian susulan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 7 Solo Asri Pujihastuti mengungkapkan, kendala dialami saat sesi pertama di hari kedua pelaksanaan TKA serentak.
"Ternyata di hari kedua ini memang sedikit ada kendala dan ini juga dari pusat, bukan dari kami sendiri. Biasa, namanya jaringan itu pasti ada hal-hal yang di luar prediksi. Akhirnya ada beberapa anak yang mengerjakan belum selesai tetapi sudah log-out gitu," ujarnya.
Baca Juga: Bingung Belajar TKA dari Mana? Ini 4 Channel YouTube yang Bisa Jadi Teman Belajar
Asri menambahkan, beberapa siswa sudah mencoba hingga berkali-kali tetapi tetap gagal mengakses soal di server. Hal ini dialami sejak awal pengerjaan di sesi satu.
Kendala server mengakibatkan para siswa harus bertempur dengan waktu pengerjaan yang terbatas. Sesi kedua pelaksanaan TKA seharusnya dijadwalkan pukul 9.30 hingga 11.15.
Namun akibat kendala server pelaksanaan sesi kedua mundur mulai pukul 10.20 dan berakhir pada 12.30.
Sementara itu, salah satu pengawas TKA yang ditugaskan di SMKN 7 Surakarta Dyah Eka Pramesti mengungkapakan.
Baca Juga: TKA Sudah Dimulai, Ini 5 Hal yang Perlu Disiapkan Siswa Sebelum Ujian
Para siswa mengalami kendala tidak bisa mengakses soal TKA karena server eror.
"Di sesi satu tadi ada kendala sehingga mengakibatkan banyak siswa yang harus mengikuti tes susulan. Kendalanya untuk masuk ke dalam soal itu eror. Akibatnya di sesi kedua waktu pengerjaan mundur," ungkap Dyah.
Hal serupa juga dialami sekolah lainnya, Kepala SMAN 8 Solo Sukarno mengaku ada kendala yang dialami serentak saat sesi pertama.
Para siswa yang gagal masuk server nantinya akan ikut ujian TKA susulan.
"Di SMAN 8 kendalanya enggak bisa masuk server, akhirnya nanti anak-anak diikutkan tes susulan. Sesi dua alhamdulilah aman," ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Tak Cukup Baca Buku, Ini 5 Cara Belajar Efektif untuk Menghadapi TKA
Sukarno mengungkapakan, meski sekolah sudah menyiapkan pelaksanaan TKA dengan matang, kendala server dari pusat tetap tidak bisa dihindari.
"Persiapan sejak awal prosedur kami taati, mulai sosialisasi, penguatan materi, sarana prasarana, hingga motivasi. Kami juga sewa genset, tapi memang kendala dari pusat," ungkapnya.
Menurutnya, TKA menjadi bagian penting bagi para siswa karena TKA berstandar nasional.
Selain itu, pelaksanaan TKA tahun ini bersamaan dengan asesmen nasional untuk rapor pendidikan.
Baca Juga: 7 Link Simulasi TKA SMA/SMK 2026 Online Lengkap Soal dan Pembahasan: Agar Makin Siap Hadapi Ujian
"Kami meyakini nilai TKA ini akan dipakai untuk prosedur berikutnya karena berstandar nasional. Apalagi TKA juga dilanjutkan dengan asesmen nasional untuk rapor pendidikan," kata Sukarno.
Di sisi lain, Asri menambahkan, pelaksanaan TKA tahun ini mengalami beberapa perbedaan.
Jika sebelumnya TKA dilaksanakan terpisah dengan asesmen nasional, tahun ini pelaksanaan dilakukan bersamaan.
Selain itu, pada mata pelajaran pilihan untuk jenjang SMK juga sudah disediakan mapel kejuruan sesuai dengan kompetensi siswa di bidangnya.
Hal tersebut, menurut Asri, dapat memudahkan siswa mencari capaian kompetensi di bidang lain untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Misalnya ada anak kami di perhotelan itu yang memilih Bahasa Jerman sebagai mata pelajaran pilihan TKA. Ternyata ketika dia mendaftar SNBP atau SNBT itu juga diterimanya di Bahasa Jerman di universitas negeri," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal TKA SMA/SMK 2026 Lengkap: Cek Tanggal Ujian, Mapel, hingga Durasi Pengerjaannya
Selain itu, dia menilai, TKA tidak hanya berpengaruh pada proses studi lanjutan para siswa. Melainkan juga berguna untuk para lulusan mencari pekerjaan.
"Kalau industri juga biasanya akan meminta sertifikat ataupun hasil bahwa mereka telah telah mengikuti ujikom ataupun uji TKA yang sesuai dengan jurusannya seperti itu," bebernya. (alf/bun)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo