Si Makmur Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Ramadhan

Bandwagon Effect Perlu Diwaspadai, Fenomena Viral yang Sering Diikuti

Septian Refvinda Argiandini • 2023-12-04 16:24:16
FOKUS: Salah satu SD di Kota Dolo melakukan pembelajaran melalui gadget.
FOKUS: Salah satu SD di Kota Dolo melakukan pembelajaran melalui gadget.

RADARSOLO.COM – Di Tengah perkembangan zaman, banyak orang yang berlomba-lomba mengikuti tren. Dalam psikologi, fenomena ini dinamakan Bandwagon Effect.

Bandwagon Effect, adalah kondisi dimana orang-orang cenderung mengikuti tren perilaku, gaya hidup, atau apapun. Serta cenderung akan mengesampingkan nilai-nilai, prinsip atau kepercayaan yang dia pegang.

Bandwagon Effect merupakan salah satu bentuk bias kognitif karena adanya pengaruh dari orang lain maupun kelompok. Kondisi ini marak terjadi terjadi pada generasi muda. Ditambah sangat maraknya pengaruh media sosial yang begitu dekat dengan mereka,” ucap Dosen Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Fadjri Kirana Anggarani.

Fadjri menjelaskan bahwa tren atau suatu hal yang sering disebut dengan istilah viral, biasa terjadi di media sosial seperti contohnya pada media sosial TikTok.

Exposure tinggi dari media sosial mengenai sesuatu yang sedang viral, tentu akan mempengaruhi orang hingga mereka menjadi penasaran untuk mengikuti suatu tren tersebut.

“Banyak saat ini anak muda utamanya generasi milenial yang terkena exposure. Hal tersebut ini makin berhasil membuat orang berperilaku ikut-ikutan. Hal ini karena, pertama ada konformitas. Siapa pemeran dalam exposure tersebut akan mempengaruhi kita mau ikut-ikutan atau tidak,” jelasnya.

Kedua pengaruh interpersonal yang mungkin saja ada exposure tinggi melalui media sosial. Dorongan dari diri sendiri tersebut juga cukup diwaspadai mengingat banyak generasi muda yang lebih memilih mengesampingkan nilai-nilai, prinsip atau kepercayaan yang dia pegang hanya untuk memenuhi keinginannya untuk mengikuti tren.

Tim psikologi career development center (CDC) UNS tersebut menyebutkan, generasi muda yang dekat dengan media sosial diharapkan, jauh lebih bisa kritis lagi dalam menyikapi dan menilai sebuah tren, agar bisa memilah tren mana yang layak dan tidak layak untuk diikuti.

“Dampak dari fenomena bandwagon effect itu dapat berbeda-beda, tergantung dari tren yang sedang viral di lingkungan sosialnya. Maka perlu ada filter untuk menyikapinya, khususnya bagi generasi muda agar terhindar dari tindakan yang negatif,” imbuhnya,

Ketiga, perilaku ikut-ikutan tren juga dipengaruhi diri sendiri, dimana dimungkinkan karena fear of missing out (FOMO), sehingga jika tidak ikut-ikutan muncul perasaan ketinggalan. Exposure di medsos bisa jadi penentu.

“Semua motif keputusan yang mendasari di atas bisa menuntun kita untuk mengambil keputusan ikut-ikutan secara rasional atau intuitif belaka,” terang Fadjri. 

Beragam fenomena yang terjadi di masyarakat dan bisa dikatakan viral harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat itu sendiri.

Masyarakat harus selektif dan bijak dalam menyikapi sesuatu yang sedang tren atau tengah viral di masyarakat.

“Ikut-ikutan boleh. Asal sebelum melakukan atau membeli yang sedang viral, perlu dipikirkan matang-matang mengenai kebutuhan dan dampak pada diri. Dengan demikian, keputusan yang diambil atas dasar rasionalitas bukan intuisi karena ikut-ikutan,” tutup Fadjri. (ian/nik)

Editor : Damianus Bram
#Bandwagon Effect #media sosial #viral #tren #psikologi