RADARSOLO.COM–Pasangan Tarso-Kristian Teguh Suryono mengaku merangkul sejumlah ormas untuk memenangkannya. Di antaranya LDII Wonogiri dan Pagar Nusa Wonogiri.
Saat jumpa pers di KPU Wonogiri usai mendaftarkan sebagai cabup-cawabup, Rabu (28/8/2024), pasangan berakronim Tangguh itu ditanya soal strategi pemenangan.
Apakah akan menggandeng elemen-elemen? Tarso mengatakan, pasangan Tangguh yang sudah didukung sejumlah partai, tetap memerlukan dukungan dari warga Wonogiri.
“Di luar partai, Tangguh juga akan merangkul semua (elemen yang ada di Wonogiri)," kata dia.
Tarso mencontohkan yang dirangkul itu diantaranya PSHT 16, PSHT 17, Kera Sakti, Pagar Nusa.
Lalu ada juga ormas keagamaan LDII dan lain sebagainya.
"Juga poro sesepuh pinisepuh, baik di desa dan kota di Wonogiri. Kami sowani untuk mendukung pasangan Tarso-Teguh ini supaya bisa menang," terangnya.
Terpisah, Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo mengatakan, sampai dengan saat ini, ormas itu belum ada komunikasi apapun dengan Tarso dan Teguh.
Sutoyo mengaku belum ada komunikasi yang dilakukan Tangguh dengan DPD LDII Wonogiri.
"Prinsip dari kami menyikapi Pilkada di Wonogiri, LDII bersikap netral aktif," tandasnya.
Sutoyo menerangkan, yang dimaksud LDII netral adalah tak memihak salah satu pasangan calon (paslon).
Sementara aktif dalam hal ini adalah mendorong agar para warga LDII menyalurkan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik.
Baca Juga: Gerindra Solo : Munculnya Nama Respati Ardi Usulan dari Mangkunegara X dan Gibran
“Kalaupun ada calon yang datang ke kantor, kami siap menerima. Kami siap mendoakan. Tapi semuanya diserahkan kepada warga kami, jamaah," ujar Sutoyo.
Disinggung soal kriteria Bupati-Wabup Wonogiri yang diinginkan LDII, Sutoyo mengatakan, pihaknya ingin pemimpin yang menjaga sinergisitas dengan LDII.
Selama ini hubungan LDII dengan pemerintah daerah sudah sangat baik.
"Kami ingin sinergi antara ormas-ormas dan pemerintah daerah terjaga. Pemerintah bisa hadir. Pemimpin yang bisa bersinergi-lah," beber dia.
Terpisah, Ketua Cabang Pimpinan Cabang Pagar Nusa Wonogiri Muhammad Arrohman mengatakan, secara kelembagaan tak pernah memberikan statemen politik.
Lebih-lebih dukungan ke paslon manapun.
"Itu karena kami bersifat kelembagaan dan bukan parpol. Apabila ada yang menyatakan dukungan dari Pagar Nusa, itu di luar sepengetahuan kami," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Rohman itu menuturkan, Pagar Nusa adalah badan otonom.
Pihaknya terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam mengawal Pilkada.
"Secara kelembagaan, kami tidak pernah memberikan statemen terkait pandangan politik. Terlebih memberikan dukungan kepada calon manapun terkait Pilkada Serentak ini," urai Rohman.
Semisal ada yang menyampaikan dukungan, tutur Rohman, itu adalah dukungan pribadi. Bukan dukungan secara organisasi. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono