RADARSOLO.COM – Lima bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) yang mendaftar di PDI Perjuangan (PDIP) Klaten menjalani fit and proper test di DPD PDIP Jawa Tengah pada Jumat (28/6).
Hal itu menjadi salah satu tahapan penjaringan untuk menetapkan pasangan calon yang hendak diusung dalam Pilkada Klaten.
Kelima orang tersebut terdiri dari empat bakal cabup. Meliputi tiga kader PDIP Klaten yakni Ketua DPRD Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Ketua DPC PDIP Klaten Aris Prabowo dan politikus senior PDIP Klaten Aris Widiharto.
Satu orang dari eksternal yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono. Sementara itu, untuk cawabup terdapat satu orang yakni pengurus PAC PDIP Klaten Tengah Dwi Purwanto.
Ketua DPC PDIP Klaten Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya mengantar kelima bakal calon cabup dan cawabup saat fit and proper test di DPD PDIP Jawa Tengah.
”Dari fit and proper test dan hasil dari survei akan dilaporkan ke DPP. Nantinya dari DPP akan menggodok, lalu diturunkan rekomendasinya,” ujar Mulyani kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (3/7).
Mulyani menambahkan, keputusan terkait siapa yang akan mendapatkan rekomendasi untuk diusung PDIP Klaten dalam pilkada menjadi kewenangan DPP PDIP. Bahkan bisa juga rekomendasi itu tidak turun untuk kelima bakal calon tersebut.
”Bisa tidak, bisa iya. Semua kewenangan ada di DPP,” ujar Mulyani.
Sementara itu, salah satu bakal calon cabup yang mendaftar di PDIP Klaten Jajang Prihono mengungkapkan fit and proper test untuk melihat sejauh mana kapasitasnya, kapabilitas dan elektabilitas.
”Masing-masing calon didalami. Termasuk komitmennya kepada masyarakat terutama terkait kemiskinan dan stunting. Fit and proper test berlangsung selama satu jam,” ujar Jajang.
Lebih lanjut, terkait disinggung mengenai persiapan, Jajang mengaku mengalir saja. Mengingat dirinya juga fokus dengan pekerjaannya sebagai Sekda Klaten.
”Ketika ada tahapan di partai ya ikuti saja. Tetapi tidak hanya fokus ke sana (pencalonan),” tambah Jajang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras