RADARSOLO.COM – Berdomisili di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan membuat bakal calon wali kota (bacawali) Solo, Diah Warih Anjari semakin sering berinteraksi dengan masyarakat.
Terbaru, Pembina Yayasan Diwa Foundation ini memberikan dukungan penuh, baik secara finansial maupun tenaga untuk menyukseskan acara Merti Desa yang ditutup dengan gelar wayangan, Kamis (11/7) ini.
Dalam sesi jumpa pers yang dihelat di kantor yayasan setempat, Diah Warih Anjari bersama panitia Merti Desa Kampung Bibis Kulon, Gilingan memaparkan serangkaian kegiatan budaya yang konon sudah rutin dihelat sejak 1923 itu.
Rangkaian kegiatan Merti Desa itu akan dimulai dengan acara wilujengan (caos dahar, Red) dan dilanjutkan dengan bersih-bersih Sendang Mbah Meyek pada Kamis pagi.
Sore harinya, panitia dan warga akan menggelar kirab budaya dengan melintasi empat sendang, dua petilasan, dan satu situs budaya yang ada di wilayah tersebut. Puncaknya pada Kamis malam akan digelar pertunjukan wayang kulit mulai pukul 19.30.
Sebagai seorang warga yang gemar dengan berbagai kegiatan seni dan budaya pun sekaligus sebagai bacawali yang hendak maju Pilkada Solo, Diah Warih mengaku siap mendukung penuh event budaya tersebut.
“Event bersih desa seperti ini bisa menjadi potensi wisata regional bahkan nasional jika digarap dengan serius. Karena itu waktu saya diundang masyarakat dan panitia untuk terlibat dalam event ini saya langsung setuju dan siap membantu, baik secara materi, tenaga, maupun pikiran,” paparnya.
Melihat penyelenggaraan rutin yang digelar tiap tahun, perempuan yang akrab disapa Diwa ini melihat penyelenggaraan event budaya tahunan itu masih mengandalkan swadaya masyarakat dan pendanaan secara mandiri.
Oleh sebab itu, dia terpanggil untuk ikut terlibat untuk mendorong event tersebut bisa naik kelas dan menjadi event dengan skala yang lebih besar kedepannya.
“Kami support penuh event ini. Bahkan nanti saya gerakkan tim media saya untuk membuat video-video yang menarik, ini agar event tersebut lebih dikenal dan tentu bisa mendapat pendanaan dari berbagai pihak, baik swasta maupun dari kementerian," ucapnya.
dia menilai event seperti ini potensinya besar.
"Jadi Jangan hanya bertahan di tingkat lokal saja, makanya harus terus kami dorong agar semakin besar,” tegas pendiri ormas G-Nesia (pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu) itu.
Sementara itu panitia Merti Desa Bibis Kulon, Gilingan, Heru Suryono mengapresiasi dukungan yang diberikan Diah Warih Anjari untuk menyukseskan kegiatan ini. Dia merasa beruntung jika semakin banyak masyarakat yang peduli dan mau terlibat langsung untuk terus melestarikan event budaya dan tradisi leluhur.
“Kalau saya lacak dari kesejarahan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 1923 silam. Benar atau tidak yang pasti tradisi ini masih lestari sampai saat ini. Yang jelas warga di sini selalu menghormati cikal bakal kampung kami. Ini sekaligus ucapan syukur kepada Allah SWT,” terang pria yang juga sekretaris panitia yang juga merangkap sebagai ketua RW itu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy